Gallery

Menkop Puspayoga : Koperasi Tak Aktif Keluarkan dari Database

TAKALAR, JURNAL IBUKOTA. COM: Menkop UKM Puspayoga menegaskan wajah koperasi yang sudah membaik, jangan sampai dirusak oleh koperasi tak aktif. Karena itu Menkop meminta agar koperasi yang tidak aktif untuk segera dihapus dari database.

“Kita tidak mengejar jumlah koperasi, namun memperbanyak jumlah anggota koperasi. Ini adalah salah satu ciri koperasi yang sukses,” kata Menkop dan UKM Puspayoga, dalam peringatan Harkopnas ke 69 se Provinsi Sulsel, di kab Takalar, Senin (8/8)

Hal itu ditegaskan menanggapi jumlah koperasi yang tidak aktif di Sulsel yang mencapai 3.000 dari 8.600 koperasi yang tercatat di Sulsel.

Menkop menegaskan itu merupakan bagian dari reformasi koperasi yang mencakup rehabilitasi, reorientasi dan pengembangan koperasi.

Koperasi juga harus mampu bertumbuh menjadi soko guru perekonomian nasional.

“Kenapa? Karena ada yang salah dalam perekonomian kita di mana pertumbuhan tinggi tapi belum diimbangi dengan pemerataan, koperasi menjadi solusi agar terjadi keadilan distribusi kesejahteraan,” tegasnya.

Dalam kaitan ini pemerintah pusat memprioritaskan empat sektor yaitu infrastruktur, energi, pariwisata dan maritim.

Sementara itu Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid mengatakan, meski sudah 69 tahun koperasi lahir, namun sejauh ini Koperasi belum mampu berdaulat di negeri sendiri.

Hal ini karena iklim perekonomian Indonesia, lebih kental dengan nuansa liberal dan kapitalis. “Ibaratnya udara yang mengalir di Indonesia, itu adalah udara liberal. Sementara angin yang berhembus adalah kapitalis,’ katanya.

“Karena itu koperasi harus tetap hadir menjadi peredam dan berjuang menjadi soko guru perekonomian Indonesia,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu Nurdin memberikan apresiasi kepada Gubernur Sulsel Yasin Limpo, karena telah menerbitkan perda soal pengembangan koperasi unggul di Sulsel. Ia pun mendorong Gubernur menerbitkan aturan yang memihak koperasi misalnya dalam distribusi pupuk bersubsidi.

Sementara itu Gubernur Sulsel Yasin Limpo menegaskan kalau mau berpihak pada rakyat, maka koperasi adalah jawabannya.

“Konglomerasi makin merambah sampai di desa, karena itu koperasi harus didukung oleh semua,” katanya.
Menurut Gubernur, Sulsel akan membuat koperasi induk dan inti, untuk produk produk koperasi, yang akan didukung oleh 48 BUMN/BUMD. Harapannya uang yang berputar di Sulsel yang sekitar Rp 3,5 triliun bisa kembali ke masyarakat.

Aset Rp 2,1 Triliun

Sementara itu Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sulsel mencatat dari 8.600 koperasi yang terdaftar di Sulsel, hanya sekitar 6.000-an koperasi yang aktif.

Adapun total aset koperasi di Sulsel mencapai Rp 2,1 triliun, dengan jumlah anggota mencapai 1,3 juta orang.
“Kami ingin semua masyarakat Sulsel bisa menjadi anggota koperasi,” kata Rahman Halim.

Dari 8.600 koperasi itu, ada setidaknya 18 koperasi besar dengan aset di atas Rp 100 miliar, seperti misalnya Koperasi Barokah dengan aset Rp 231 miliar, Koperasi Berkah (Rp 173 m) dan KSP Sibangun (Rp 178 m)
Sementara itu Bupati Takalar, Burhanudin Baharudin yang juga ketua Dekopindo Takalar mengatakan koperasi yang berkembang di kab Takalar cuma koperasi kepegawaian karena ditopang oleh pemerintah masing-masing.

“Kami akan terus berjuang untuk mereformasi total koperasi agar bisa
menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat, dan menjadi lembaga yang dirindukan masyarakat,” katanya.

Menurut dia, Takalar merupakan daerah pertanian dan perikanan sehingga kami berharap kedua sektor ini juga KSP juga bisa berkembang di kab Takalar,” katanya. (Agus)

Advertisements
By jurnalibukota Posted in Ekonomi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s