Masyarakat Perbatasan Natuna Dilatih Berwirausaha Olahan Ikan

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA. COM: Masyarakat terutama para istri dan kelaurga nelayan di daerah perbatasan Natuna dilatih berwirausaha olahan ikan laut yang diharapkan bisa menjadi sumber alternatif baru bagi mereka.

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Koperasi dan UKM Prakoso BS mengatakan perlunya membekali masyarakat di wilayah perbatasan khususnya Natuna dengan skill dan pelatihan wirausaha yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat lokal.

“Wirausaha bisa menjadi alternatif bagi masyarakat perbatasan untuk meningkatkan taraf hidup mereka, mengingat jauhnya akses mereka terhadap pusat pemerintahan, sehingga kami menganggap perlunya memberikan bekal pendidikan dan pelatihan kewirausahaan dan koperasi bagi mereka,” kata Prakoso.

Oleh karena itu, pihaknya menggelar pelatihan mengolah makanan berbahan baku ikan dan pisang bertempat di Penginapan Feliona, Kecamatan Ranai, Kabupaten Natuna.

Pada kesempatan itu sebanyak 80 peserta yang dibagi dalam dua angkatan mengikuti acara tersebut.

“Materi pelatihan mencakup kewirausahaan dan perkoperasian, serta pelatihan keterampilan pengolahan panganan berbahan baku ikan dan pisang,”katanya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Natuna Sri Hariningsih mengharapkan kegiatan serupa itu bisa terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang.

“Potensi alam Natuna masih belum banyak mendapat sentuhan dan masih harus terus dikembangkan. Maka dengan diberikannya pelatihan, diharapkan masyarakat Natuna dapat mengembangkan potensi ekonominya yang berbasis ikan hasil laut dan perkebunan khususnya pisang,” katanya.

Pelatihan diberikan dengan mendatangkan instruktur dari luar Natuna, dengan tujuan agar peserta mendapatkan nilai ekonomi yang lebih melalui diversifikasi produk-produk olahan pangan dari bahan baku lokal berupa ikan laut dan pisang.

Selama ini masyarakat di Kabupaten Natuna hanya mengolah ikan laut menjadi kerupuk atom, kini setelah digelarnya pelatihan mereka bisa mengembangkan produk olahan ikan yang lain seperti nugget ikan, baso ikan, dan lain-lain.

Sementara pisang tidak melulu menjadi gorengan pisang tapi bisa diolah menjadi kue bolu, cake, molen, dan sale pisang.

Prakoso menambahkan pihaknya ke depan akan terus menindaklanjuti dan mendampingi para peserta pelatihan dengan materi pengemasan produk dan perluasan produk.

Menurut dia, hal itu diperlukan agar usaha masyarakat semakin berkembang. “Diharapkan juga dengan pelatihan ini akan tumbuh produk-produk baru yang akan menjadi unggulan dari Natuna,” katanya.

Hal itu juga tidak menutup kemungkinan bahwa produk yang dihasilkan bisa menjadi ikon daerah yang bisa menjadi daya tarik wisata yang pada akhirnya mendatangkan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan begitu masyarakat di daerah perbatasan tidak lagi merasa tidak diperhatikan oleh pusat. Sebab pemerataan pendapatan juga dirasakan oleh masyarakat sekalipun di daerah perbatasan atau terluar,” kata Prakoso. (Agus)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s