Gallery

Said Iqbal: KSPI Akan Adakan Aksi Perjuangan Buruh 30 Mei-2 Juni

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA. COM: Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan pihaknya akan mengadakan aksi perjuangan buruh selama 3 hari (30 Mei- 2 juni).

“Aksi perjuangan buruh tersebut kami adakan pada 30 Mei di PN Jakpus dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dalam konferensi pers di bilangan Tugu Proklamasi, Jakarta, Jumat (27/5/2016).

Dalam konferensi pers tersebut Said Iqbal didampingi Sekjen KSPI Ahmad Rusdi, Dedy Hartono (anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta), dan Sofyan Latif.

Menurut Iqbal, pada 1 dan 2 Juni pihaknya mengadakan aksi serupa di kantor gubernur DKI Jakarta dan KPK.

“Tuntutan kami adalah agar mencabut Peraturan Pemerintah No 78 Tahun 2015 tentang pengupahan,” katanya.

Menurut Said, tuntutan tersebut diajukan karena dalam Rapat Panja Pengupahan Komisi IX DPR RI pada 25 April 2016, rapat tersebut menyimpulkan mendesak pemerintah untuk mencabut PP No 78/ 2015 tentang pengupahan.

Panja Komisi IX juga meminta pemerintah untuk membuat peraturan pemerintah yang baru dengan formula baru yang tidak bertentangan dengan UU No 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

Komisi IX DPR RI meminta pemerintah untuk tidak meninggalkan kewenangan daerah (tripartit), hak berunding (bipartit) penetapan kebutuhan hidup layak (KHL) dan penentuan inflasi daerah per satu tahun sekali.

Menurut Said, Komisi IX DPR RI juga minta pemerintah untuk menyelesaikan Peraturan Pemerintah tentang pengupahan yang baru dalam jangka 3 bulan dengan terlebih dahulu disosialisasikan kepada seluruh pemangku kepentingan.

Said mengatakan DKI Jakarta selalu menetapkan upah minimum provinsi (UMP) di bawah KHL. “Pada 2014 DKI Jakarta menetapkan UMP Rp 3,1 juta, padahal berdasarkan perhitungan Dewan Pengupahan seharusnya UMP tersebut adalah Rp 3,5 juta. Berarti buruh harus ‘menahan nafas’ karena setiap bulan tekor Rp 400.000,” tambahnya.

Menurut Said, Balai Kota menjadi tempat perjuangan buruh yang strategis, mengingat DKI Jakarta adalah menjadi barometer dalam penetapan UMP di seluruh Indonesia. (Agus)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s