Gallery

KSP Syariah Bisa Manfaatkan Dana Zakat Rp217 Triliun

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA. COM: Isu-isu miring memang masih menerpa keuangan mikro syariah, termasuk Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS). Di antaranya, jenis produk terbatas, ketidakcukupan modal, terbatasnya sumber pendanaan, dan kurang efektifnya pengawasan.

Selain itu, kurangnya kualitas dan kompetensi SDM lebih rendah dari sektor konvensional, wakaf uang masih minim, dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang zakat dan wakaf.

Padahal, seperti dijelaskan Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Braman Setyo, KSPPS memiliki peluang dan prospek dalam menghimpun dan menyalurkan dana-dana bisnis dan sosial.

“KSPPS bisa memanfaatkan dana zakat nasional sebagaimana dirilis Baznas tahun 2015 sebesar Rp217 triliun. Sedangkan potensi wakaf uang sebagaimana dirilis Badan Wakaf Indonesia sebesar Rp30 triliun”, ungkapnya pada acara workshop ‘Outlook Usaha Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah 2016’, di Jakarta, Kamis (28/1/2016).

Menurut Braman, dana wakaf uang ini merupakan potensi bagi KSPPS untuk memperkuat modal bisnis (Tamwil) yang diperoleh dengan biaya yang murah.

“Sehingga dapat menyalurkan kepada calon anggota atau anggota dengan bagi hasil yang ringan”, imbuh Braman.

Dari aspek bisnis, lanjut dia, KSPPS masih memiliki ceruk pasar yang luas untuk membiayai usaha mikro dan kecil. Karena, data terakhir menyebutkan bahwa baru pada kisaran 19-21% UMKM yang memperoleh pembiayaan dari perbankan‎. “Inilah yang menjadi perhatian kami bagaimana alternatif pembiayaan UMKM terus digali”, kata Braman seraya menyebutkan, data Islamic Development Bank (IDB) 2015 kondisi existing lembaga keuangan syariah Indonesia (LKSI) khususnya nonbank sebanyak 4.500-5.000 BMT merupakan potensi yang luar biasa untuk dikembangkan.

Dengan fakta seperti itu, kata Braman, Kemenkop dan UKM akan mengembangkan aspek literasi ekonomi, keuangan, dan koperasi syariah, serta menumbuhkan KSP dan pembiayaan syariah di Indonesia. Di samping itu, juga aspek pemberdayaan dan pengembangan koperasi syariah baik dari ukuran atau volume dan kualitas, baik di bidang sosial (maal) maupun bisnis (tamwil) pada koperasi.

“Termasuk mendorong peningkatan penghimpunan dan pendayagunaan zakat, infaq, sodaqoh, dan wakaf untuk pemberdayaan usaha mikro dan kecil”, papar Braman.

Yang tak kalah penting adalah peningkatan akses pembiayaan syariah melalui advokasi dan kerjasama antar lembaga keuangan syariah.

“Keberadaan Asdep Pembiayaan Syariah ini selanjutnya akan mengawal pembinaan, pemberdayaan dan pengembangan usaha simpan pinjam dan pembiayaan syariah oleh koperasi”, kata Braman lagi.

Hanya saja, diakui Braman, dengan berlakunya UU Nomor 23/2014 tentang Pemerintah Daerah, telah membawa implikasi pada kewenangan pemerintah pusat, Pemprov dan Kabupaten/Kota di bidang perkoperasian. Selain itu, berlakunya UU Nomor 21/2011 tentang OJK dan UU Nomor 1/2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro, juga memerlukan penyesuaian nomenklatur tupoksi Kemenkop dan UKM terkait kegiatan usaha jasa keuangan syariah.

“Implikasi ini kemudian diakomodir dalam Paket Kebijakan I pemerintah tahun 2015 bidang perkoperasian dengan menerbitkan Permenkop dan UKM Nomor 16/2015 tentang usaha simpan pinjam dan pembiayaan syariah oleh koperasi”, jelas Braman.

Braman menjelaskan, sesuai RPJMN 2015-2019‎ memiliki target meningkatnya partisipasi anggota koperasi dalam bidang permodalan sebesar 55% pada 2019, dan pertumbuhan volume usaha koperasi rata-rata 15,5-18% pertahun. “Melalui peningkatan kinerja tersebut, maka kontribusi UMKM dan koperasi dalam pembentukan PDB menjadi 6,5-7,5%”, tandas Braman.

Sedangkan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap KSPPS dan USPPS Koperasi, akan dibentuk Satgas Pengawasan di setiap provinsi, kabupaten, dan kota. Pengelola KSPPS juga akan diberi Ditlat kompetensi dan sertifikasi.

“Termasuk di dalamnya adalah pendampingan dengan tenaga-tenaga yang bersertifikat dan kompeten untuk menumbuhkan wirausaha baru dari dana maal”, pungkas Braman. (Agus)

Advertisements
By jurnalibukota Posted in Ekonomi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s