Tachrir Fathoni: Kami Tidak Bisa Hentikan Peragaan Lumba-Lumba Keliling

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA. COM: Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Dr. Ir. Tachrir Fathoni, MSc mengatakan pihaknya tidak bisa menghentikan peragaan lumba-lumba keliling karena dalam peraturan No P.16/IV-SET/2014 yang dikeluarkan pada 3 September 2014 membolehkan peragaan keliling tersebut.

“Dalam peraturan tersebut memang diizinkan peragaan lumba-lumba keliling. Sehingga kalau saya melarangnya, akan melanggar aturan sendiri,” kata Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Dr. Ir. Tachrir Fathoni, MSc setelah acara Focus Group Discussion (FGD) Konservasi Lumba-Lumba di Jakarta, Jumat (14/8/2015).

Menurut dia, dalam peraturan tersebut sudah diatur secara rinci mengenai tatacara peragaan ikan Lumba-lumba baik untuk peragaan menetap maupun peragaan keliling.

Menurut dia, melalui FGD tersebut diharapkan mendapat masukan untuk perbaikan/revisi peraturan itu.

Dalam FGD tersebut hadir sebagai pembicara antara lain Direktur KKH Ir. Bambang Dahono Adji, MM; Dirops PT Wersut Seguni Indonesia (Wake Dolphin) di Gianyar, Bali, Drh. Dwi Restu Seto; Duta Besar Singapura untuk Indonesia; Prof. Dr Ir Mohammad Hasjroel Thayib, APU (pakar ilmu lingkungan); Dr Ir Totok Hestirianto, MSc (Fak Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB); Drh Wiwiek Bagja (pakar Animal Welfare); Dra Imaculata Umiyati, MSi (psikolog) dan Kasubdit Pengawetan Jenis Ir Puja Utama, MSc.

Menurut Fathoni, dalam peraturan tersebut sudah diatur secara rinci, kalau balai konservasi hendak melakukan peragaan keliling harus menggunakan kolam ukuran sekian, alat transportasi ukuran sekian dan sebagainya.
Begitu pula untuk peragaan yang menetap sudah diatur secara rinci ukuran kolam, kolam karantina, perawatan di tempat konservasi, jumlah hari peragaan dan sebagainya.

Menurut Fathoni, terungkapnya kasus peragaan lumba-lumba buta oleh Wake Dolphin karena adanya laporan dari masyarakat.

“Kami segera menindaklanjuti dengan melihat langsung ke Gianyar, Bali. Setelah kami cek, kami larang penggunaan lumba-lumba itu sebagai peraga,” katanya.

Fathoni mengatakan pada awalnya pihak Wake Dolphin minta agar diberi waktu setahun untuk melatih penggantinya. Namun dengan tegas permintaan tersebut ditolak.

“Jadi mereka hanya menggunakan tiga lumba-lumba lainnya sebagai peraga,” ujarnya. (Agus)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s