Jokowi : Progres Bendungan Raknamo Cepat

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA. COM: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, mendampingi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bersama ibu negara Ny. Iriana meninjau pembangunan Bendungan Raknamo yang terletak di Kecamatan Amabi Oefato Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (25/7/2015).

Presiden RI Joko Widodo mengatakan bahwa semua orang tidak menyangka progresnya bisa secepat ini.

“Kita lihat terowongannya sudah tembus dan selesai. Dulu disampaikan kepada saya selesai lima tahun dan ini bisa maju menjadi tiga tahun dan karena memang kerjanya marathon. Ini menunjukkan bahwa kita serius untuk menyelesaikan infrastruktur,” ujarnya.

Menurut Joko Widodo, untuk daerah Nusa Tenggara Timur kuncinya adalah air.

“Di NTT kuncinya adalah air. Kalau sudah ada air, baru bicara apa yang mau kita tanam, entah ketela, jagung, tebu, bahkan ternakpun juga bisa,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimulyono mengatakan bahwa program pemerintah melalui kabinet kerja ini dalam hal ini yakni Kementerian PUPR dan lima tahun ke depan ada 49 bendungan yang baru yang akan dibangun. Pada tahun 2015 ini ada 13 bendungan yang dibangun salah satunya adalah Bendungan Raknamo ini. Dari 13 bendungan ini, Bendungan Raknamo memiliki progres yang paling cepat dan mudah-mudahan 2017 sudah selesai.

Serupa dengan Jokowi, lebih lanjut dikatakannya, “pembangunan di NTT yang namanya kesehatan, pendidikan, kedaulatan pangan awalnya pasti air, karena NTT ini adalah daerah kering. Ke depan kita akan buat minimal 7 bendungan lagi di NTT dan salah satunya adalah Bendungan Raknamo ini,” ujar Basuki.

Pembangunan Bendungan Raknamo saat ini tidak ada kendala karena masyarakat bisa melaksanakan dengan baik. Misalnya, untuk jalan masuk menuju bendungan justru masyarakat menyerahkan tanahnya dan ada kurang lebih 25 makam dipindah dan diurus dengan baik.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Wilayah Sungai Nusantara II Deppy Cipta mengungkapkan, tujuan dari pembangunan Bendungan ini adalah untuk penyediaan air baku untuk Ibu Kota Kupang dengan debit 100 liter/detik, penyediaan air irigasi bagi lahan pertanian seluas 1,250 hektar, pengendalian banjir daerah hilir, pengembangan pariwisata, dan sebagai pembangkit listrik tenaga mikro.

Pembangunan Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dimulai 20 Desember 2014 dan ditargetkan rampung pada 2017. Kapasitas bendung tersebut 14,09 juta meter kubik dan penyediaaan air bersih untuk ibu kota Kabupaten Kupang 100 liter per detik.
Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Menteri Agraria dan tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri BUMN Rini Soemarno dan juga Gubernur NTT Frans Lebu Raya. (Iwn/Agus)

Menkop Puspayoga Targetkan Satu Juta Wirausaha Baru

JAYAPURA, JURNAL IBUKOTA. COM: Menkop dan UKM AAGN Puspayoga mengatakan saat ini wirausaha Indonesia baru sekitar 3,8 juta wirausaha atau sekitar 1,65 persen dari total penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa. Untuk mencapai jumlah minimal 2 persen jumlah wirausaha dari total penduduk Indonesia, diperlukan 1,09 juta wirausaha baru.

“Kita harapkan peran seluruh lapisan masyarakat serta pemangku kepentingan untuk turut serta memacu pertumbuhan wirausaha baru,” kata Menkop san UKM saat memberikan sambutan pada Pelatihan Pemasyarakatan Pemahaman Koperasi Melalui GKN 2015 di Jayapura, Sabtu (25/7/2015).

Menurut Menkop, program kewirausahaan ini merupakan program utama kementerian dalam rangka mencetak sebanyak-banyaknya wirausaha baru atau masyarakat yang bisa berdagang, bisa memproduksi, dan bisa menjual suatu produk.

Tanpa komitmen membangun atau mencetak wirausaha baru, kata Menkop, maka perekonomian Indonesia akan tetap terbelakang. Ia mencontohkan, Singapura lebih maju secara ekonomi karena masyarakatnya banyak yang berdagang, begitu juga yang dilakukan masyarakat Malaysia, apalagi warga di Jepang.

Menurut Puspayoga, saat ini memang dirasakan sangat sulit mencetak pedagang yang menghasilkan produk yang siap dijual.

“Angkanya masih sangat kecil sekali yaitu baru 1,5 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Untuk itu pemerintah sekarang menguatkan bagaimana masyarakatnya sebanyak-banyaknya menjadi wirausaha,” paparnya.

Puspayoga bangga bahwa masyarakat Papua begitu antusias untuk mengikuti kegiatan pelatihan wirausaha ini.

“Realitas ini merupakan refleksi dari keinginan masyarakat Papua untuk maju secara ekonomi, dan pada akhirnya nanti meningkatkan perekonomian Indonesia. Ini luar biasa,” katanya.

Adanya tekad kuat masyarakat untuk menjadi wirausaha ini, kata Menkop, kementerian akan terus mendorong lewat sentuhan atau dukungan, memfasilitasi, seperti yang dilakukan di Distrik Muara Tami yang bisa menggelar empat pelatihan yaitu pengelolaan ikan bandeng, pembuatan es krim, pembuatan sari kelapa, Daur Ulang Sampah, dan pembuatan pupuk.

“Jadi karena ini yang dibutuhkan masyarakat, dan ini yang akan diperhatikan Kemenkop. Kita tidak mengakomodir yang tidak dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Apa yang dilakukan Kemenkop terhadap pelatihan ini merupakan kajian atas keinginan atau kegiatan yang memang dibutuhkan masyarakat. “Kita memberikan pelatihan sesuai yang dibutuhkan masyarakat, seperti mengelola ikan bandeng ini, supaya nilai jualnya lebih mahal daripada harga sebelum diolah,” kata Menkop.

Menkop berharap, pelatihan ini harus segera diimplementasikan sehingga masyarakat yang terlibat akan mendapat manfaat, yang pada gilirannya nanti dapat meningkatkan ekonomi keluarganya. “Selesai mengikuti pelatihan ini, harus bisa berinovasi agar memberi dampak ekonomi lebih besar bagi keluarga,” pesan menteri. (Agus)