Nuh: Dengan Kurikulum 2013 Siswa Menjadi Berani Bertanya

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA. COM: Menteri Pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan penerapan Kurikulum 2013 pada Tahun Pelajaran 2014/2015 akan memberikan berbagai hasil positif bagi siswa.

“Di antaranya keberanian anak untuk berkomunikasi, bertanya, dan membentuk karakter,” kata Mendikbud Mohammad Nuh dalam konferensi pers mengenai kesiapan penerapan Kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2014/2015, di Gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Senin (21/7/2014).

Menurut dia, berangkat dari sana pihaknya menerapkan kurikulum 2013 secara masal pada SD kelas 1,2, 4, dan 5. Sedangkan untuk SMP kelas VII, VIII, dan untuk SMA kelas X dan XI.

Sebenarnya pelaksanaan kurikulum 2013 sekarang sudah dimulai, tapi permulaan tahun ajaran baru agak tanggung dikarenakan berbarengan dengan liburan puasa.

“Kami mengukur efektivitas setelah liburan, yaitu mulai pada 4 Agustus 2014. Untuk melaksanakan kurikulum 2013 sedikitnya 1,1 juta lebih guru sudah mengikuti pelatihan,” ujarnya.

Menurut Nuh, dalam kesiapan dari guru sasaran untuk melaksanakan, ada beberapa guru yang merasa sulit melakukan penilaian yang rata-rata sekitar nilai 70-80. Ada dua poin, yaitu konsep dan cara penilaian otentik dengan nilai 50 dianggap kurang.

“Artinya, memang untuk menilai guru secara otentik agak kurang. Saat pelatihan ketika instruktur nasional bertanya ke peserta, yang sulit menilai adalah secara otentik. Kenapa? Karena kalau dulu bisa diperkirakan, tapi sekarang tidak bisa lagi, semuanya harus didukung dari keotentikan si anak,” ujar Nuh.

Menurut dia, hal tersebut tidak menjadi masalah karena belum terbiasa. Beberapa guru yang menilai di sekolah itu belum terbiasa.

“Untuk SD, SMP, dan SMA/SMK hasil penilaian relatif bagus, rata-rata nilainya yaitu 70-80 penilaian yang cukup rendah. Tidak apa-apa, ini realistis,” tuturnya.

Menurut dia, sejalan dengan waktu penilaian keotentikan tersebut akan dapat dilakukan secara obyektif. (Ags/maN)