Gallery

Kemensos Terus Tingkatkan Kesejahteraan Lansia

Suasana press gathering Kemensos di RM Munik

Suasana press gathering Kemensos di RM Munik

JAKARTA (Jurnal): Kementerian Sosial terus meningkatkan kesejahteraan sosial bagi lanjut usia, baik melalui internal kementerian maupun secara terpadu dengan kementerian atau lembaga pemerintah lainnya.
“Berbagai program penghormatan. Terhadap lansia. Juga telah dilaksanakan. Seperti pembuatan KTP seumur hidup, reduksi 30% tiket )khusus Garuda), PT Pelni dan PT KAI,” kata Direktur Pelayanan Sosial Lansia Kemensos Tuti Haryati.
Tuti mengatakan hal itu dalam press gathering peringatan HLUN tahun 2013 dengan mengambil tema Lanjut Usia Pelopor Jati Diri Bangsa di Jakarta, Kamis (23/5/2013).
Hadir dalam acara ini BRA Mooryati Sudibyo yang berhasil meraih gelar doktor bidang ekonomi di UI pada usia 80 tahun.
Menurut Tuti, tema ini mengandung makna bahwa lansia sesungguhnya adalah pendahulu peletak dasar-dasar negara, pemersatu bangsa, sebagai pendahulu dalam memiliki jiwa semangat berbangsa dan pelopor pembangunan. “Sehingga para lansia layak dinobatkan sebagai pelopor bangsa ini,” katanya.
Menurut Tuti, meskipun masih sangat terbatas, bantuan termasuk upaya perbaikan/rehab fisik rumah atau kamar lansia layak huni melalui program bedah kamar lansia.
Menurut dia, Hari lanjut Usia Nasional (HLUN) setiap tahun selalu diperingati dan mendapat perhatian secara khusus.
Tuti mengatakan latar belakang ditetapkannya 29 Mei sebagai Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) adalah untuk mengingatkan nilai historis dan strategis yaitu 29 Mei 1945 dilaksanakan sidang pertama BPUPKI yang dipimpin oleh Dr. KRT Radjiman Wedyodiningrat. Radjiman adalah anggota paling sepuh dan sudah lanjut usia yang dengan kearifannya mencetuskan gagasan perlunya dasar filosofis bagi negara Indonesia. Peristiwa bersejarah itulah yang dijadikan sebagai dasar penetapan Hari Lanjut Usia (HLUN).
Tuti mengatakan sejak 2006 pemerintah telah memberikan program bantuan tambahan kebutuhan dasar bagi lansia di dalam panti sosial kepada 12.500 lansia di 30 provinsi, bantuan sosial melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) berupa pemberian bantuan uang tunai sebesar Rp 1.095.000/orang/tahun. Bantuan ini bertujuan untuk penambahan biaya pemenuhan kebutuhan dasar, serta secara bertahap dan berkelanjutan memberikan jaminan sosial kepada lanjut usia telantar.
Bantuan ini diberikan melalui Program Asistensi Sosial Lanjut Usia Telantar (ASLUT) kepada 26.500 lansia di 33 provinsi, 256 kota/kabupaten yang menjangkau 1.188 kecamatan di 3.039 desa.
Pemberian pelayanan melalui Home Care bagi lansia telantar, miskin dan mengalami hambatan yang berada di lingkungan keluarganya diberikan kepada 1.100 lansia di 18 lokasi, sementara untuk Day Care diberikan kepada 889 lansia di 18 provinsi. Sementara program lainnya adalah Poster Care dan pelayanan sosial dalam situasi darurat.
Menurut dia, sarana angkutan umum belum memberikan perhatian kepada para lansia. Meskipun sudah terpampang imbauan untuk memberikan prioritas tempat duduk kepada lansia di bus transjakarta, misalnya, namun para penumpang yang lebih muda enggan memberikan tempat duduknya kepada lansia. (Ags/man)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s