Gallery

3 Peneliti Kementerian PU Raih Gelar Profesor Riset

Suasana pengukuhan tiga profesor riset Kementerian Pekerjaan Umum

Suasana pengukuhan tiga profesor riset Kementerian Pekerjaan Umum

JAKARTA (Jurnal): Sebanyak 3 peneliti Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperoleh gelar profesor riset bidang Pekerjaan Umum yang dikukuhkan oleh Dewan Majelis Profesor Riset dari LIPI Prof.Dr.Lukman Hakim, disaksikan oleh Menteri PU Djoko Kirmanto, dan Ka Balitbang PU Graita Sutadi, hari ini (19/12) di Jakarta.
Ketiga professor riset yang dikukuhkan adalah Dr.Simon Sembiring Brahmana G, Dr. Ing Andreas Wibowo, ST. M.T, dan Dr.Ir. Anita Firmanti Eko Susetyowati.
Dr.Simon Sembiring Brahmana G menyampaikan orasinya tentang riset bidang teknik lingkungan sumber daya air, berjudul Pencemaran Sumber Daya Air Danau dan Waduk serta Upaya Pengendaliannya.
Dr. Ing Andreas Wibowo, ST. M.T sebagai profesor riset bidang struktur dan konstruksi, dengan orasinya mengenai Inovasi Model Risiko-Imbal Hasil untuk Kemitraan Pemerintah-Swasta (KPS) Bidang Infrastruktur.
Sedangkan Dr.Ir. Anita Firmanti Eko Susetyowati dikukuhkan sebagai professor riset bahan bangunan dengan orasinya berjudul Teknologi Kayu untuk Konstruksi Rumah yang Berkelanjutan.
Dalam sambutannya Menteri PU Djoko Kirmanto menyatakan, tanggung jawab Kementerian PU menyediakan infrastruktur yang handal bagi kebutuhan masyarakat. Tanggung jawab PU tersebut samakin kompleks tidak hanya teknis namun juga non teknis seperti perubahan iklim, perubahan sosial dan lainnya.
Permasalahan terkini bidang sumber daya air yakni persoalan pemanasan global yang menimbulkan beberapa permasalahan seperti panas, curah hujan yang tinggi. Penurunan kualitas air khususnya danau, waduk, embung dan situ telah mengancam penyediaan air baku, air tawar yang aman dan sehat.
Upaya pengendalian pencemaran air perlu didukung dengan penerapan system teknologi pengendalian pencemaran, baik bersumber pencemar, proses pengolahan dan sumber air penerimanya. Di sisi lain dalam penyediaan perumahan dan permukiman terkait permukiman kumuh timpangnya pemenuhan perumahan baru ini merupakan tantangan yang luar biasa yang kita hadapi,.
Upaya penanganan kawasan kumuh dan rumah murah melalui program MDGs 2015 nanti, MP3EI, MP3KI perlu didukung rumah instan kayu yang ramah lingkungan. Namun penerapan rumah ramah lingkungan tersebut perlu dilengkapi dengan model-model baru yang mampu menampung masyarakat banyak dan tidak merusak lingkungan.
Keterlibatan swasta dalam pembangunan infrastruktur merupakan terobosan baru untuk mengubah cara pandang para penyelenggara pembangunan dan diperlukan keberanian untuk melakukan investasi yang setara antara pemerintah dan swasta.
“Peran Swasta dalam pembangunan infrastruktur sekarang ini merupakan keharusan ” ujar Djoko Kirmanto.
“Kami akan dorong agar pembangunan infrastruktur dapat dilaksanakan oleh swasta,” tuturnya.(ags/man)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s