Gallery

Polres Jakarta Pusat Musnahkan Narkoba Senilai Rp 5 Miliar

JAKARTA (Jurnal): Pihak Polres Metro Jakarta Pusat siang tadi memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan kasus oleh Sat Resnarkoba senilai Rp 5 miliar berupa 42 paket ganja seberat 50 kg, 16 paket shabu sebanyak dua kg, dan satu paket heroin (setengah kg).
Kasat Resnarkoba Polres Jakarta Pusat AKBP Apollo Sinambela mengatakan tersangka kasus narkoba itu adalah Bilfrid Napitupulu (30). Saiful Ahmad alias Pay alias Aldi (38), dan Surianto Darmadi alias Toto (38).
Menurut Apollo, semua barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus Sat Resnarkoba Polres Jakpus periode Oktober-November 2012 yang dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Drs AR Yoyol dan Kasat Narkoba AKBP Apollo Sinambela sebagai kepala pelaksana.
“Dalam proses pengungkapan kasus tersebut, tim ditugaskan untuk menyelidiki pelaku dan modus operasinya,” katanya.
Setelah jaringan dan modusnya diketahui, pada 2 Oktober tim melakukan undercover buy dan berhasil mengamankan tersangka Pay berikut barang bukti 49 paket narkotika jenis ganja.
”Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka merupakan kurir yang disuruh untuk mengedarkan narkotika di wilayah Jakarta,” kata Apollo.
Kegiatan mereka langsung dikendalikan oleh seorang bandar dengan inisial A dan tersangka mendapat upah Rp 100.000 dari setiap penjualan 1 kg.
Pada 13 Oktober di Jalan Condet, Jakarta Timur, tim berhasil mengamankan tersangka berinisial B berikut barang bukti shabu sebanyak 1 kg dan heroin 50 gram.
Pada 24 Oktober tim juga berhasil mengamankan tersangka berinisial S dengan barang bukti 7 paket shabu sebanyak 1 kilogram.
”Tujuan pelaksanaan pemusnahan ini adalah untuk menunjukkan atau sebagai wujud transparansi pelaksanaan tugas Polres Jakarta Pusat,” katanya.
Bahwa barang bukti narkotika dalam bentuk tanaman ataupun bukan tanaman yang disita dari para bandar maupun kurirnya benar-benar dimusnahkan dan para pelaku dijerat ancaman hukuman sesuai dengan undang-undang.
Menurut dia, langkah yang diambil penyidik adalah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan tersangka, melakukan penyelidikan terhadap jaringan, mengumpulkan dan mengamankan barang bukti serta melengkapi administrasi penyelidikan.
Selain itu, tim juga melakukan penyisihan sebagaimana benda sitaan/ barang bukti dari tiap-tiap jenis/ukuran/bentuk untuk kepentingan pembuktian. Selanjutnya melakukan pemusnahan benda sitaan/barang bukti.
Dia mengatakan pasal yang dikenakan kepada para tersangka adalah terhadap Saiful Ahmad alias Pay alias Aldi, dikenakan pasal 114 ayat (2) sub 111 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika yang diancam pidana mati, seumur hidup dan paling lama 20 tahun serta paling singkat 6 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar ditambah sepertiga.
Terhadap tersangka Bilfrid Napitupulu dan Surianto dikenakan pasal 114 ayat (2) sub 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika, yang diancam pidana mati, seumur hidup dan paling lama 20 tahun serta paling singkat 6 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar ditambah sepertiga.
(aGs/mAn)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s