Gallery

Proyek Pesanggrahan, Angke dan Sunter Bisa Atasi 32 Titik Rawan Banjir di DKI

Dirjen SDA Mohammad Hasan (tengah) memberi penjelasan dalam Temu Wartawan PU

JAKARTA (Jurnal): Dirjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum Mohammad Hasan mengatakan apabila penanganan program Pesanggrahan, Angke dan Sunter (PAS) selesai pada akhir 2014, maka akan dapat mengurangi 32 titik dari 68 titik rawan banjir yang ada di DKI Jakarta.
Dirjen SDA Mohammad Hasan mengatakan hal itu tadi di Kampus Kementerian PU dalam temu wartawan. Dalam acara itu, Dirjen didampingi oleh Direktur Sungai dan Pantai Pitoyo Subandrio, Direktur Pembinaan Penatagunaan SDA Arie Setiadi Moerwanto, Direktur Operasi dan Pemeliharaan Hartanto serta Kepala Balai Besar Ciliwung-Cisadane Imam Santoso. Acara itu dipandu Kabid Humas Kementerian PU Etty Winarni.
Menurut Hasan, proyek PAS tersebut yang dilaksanakan secara multiyears (2011-2014) menelan investasi sedikitnya Rp 2,3 triliun. Proyek tersebut merupakan pemasangan tanggul dan normalisasi ketiga sungai besar yang melintas di DKI Jakarta.
”Kami hanya mengerjakan struktur bangunan, sedangkan Pemprov DKI melakukan pembebasan tanahnya,” tuturnya.
Dia mengatakan pada 2012, pihaknya hanya mengerjakan lokasi proyek yang tidak sulit dalam pembebasan tanahnya, karena tidak ada bangunan milik masyarakat yang harus dibongkar.
”Baru tahun depan, yaitu setelah tanah selesai dibebaskan, kami akan melaksanakan bagian proyek yang sudah dibebaskan itu,” katanya.
Menurut Hasan, akibat tanah yang bisa dikerjakan penanggulannya tergantung lahan yang tidak sulit dalam membebaskan lahan dan bangunan, maka pelaksanaan ketiga proyek tersebut terkesan meloncat-loncat.
Untuk normalisasi Kali Pesanggrahan, katanya, meliputi luas daerah aliran sungai (DAS) 142,1 km2, panjang alur sungai utama 16,7 km, Kapasitas existng alur 10 m3/detik, dan rencana lebar atas saluran 35-40 m. Debit banir rencana (Q50) di Jembatan Cinere Hulu 114 m3/detik, di IKPN 205,23 m3 dan debit di Koneng Barrage hulu sebesar 220,3 m3/detik.
”Total pekerjaan Kali Pesanggrahan mencakup panjang 26,74 km,” tegasnya.
Sementara itu, normalisasi Kali Angke Hulu meliputi luas DAS 255 km2, dan panjang sungai utama 16,1 km. Kapasitas existing alur (hulu) sebesar16 m3/detik. Rencana lebar atas saluran 27-37 m. Debit banjir rencana (Q25) di Graha Bintaro (hulu) sebesar 135 m3 dan di Jembatan Pondok Bahar (tengah) 160 m3/detik. Sedangkan debit di titik pertemuan dengan Cengkareng Drain 138 m3/detik. Total panjang pekerjaan ini adalah 20 km.
Sedangkan normalisasi Kali Sunter mencakup DAS seluas 73,1 km2, dan panjang sungai utama 37 km. Kapasitas existing alur 11-18 m3/detik. Rencana lebar atas saluran 15-20 m. Debit banjir rencana Q25 di titik pertemuan dengan hulu di Banjir Kanal Timur (BKT) sebesar 146 m3/detik, Lubang Buaya (tengah) 130 m3/detik dan jembatan Delta (hilir) 120 m3/detik. Total panjang pekerjaan Kali Sunter 18,35 km, yang menghubungkan Jembatan Pertemuan BKT di Cipinang Melayu sampai dengan Jembatan Delta (Jaka Sampurna). (aGs/mAn)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s