Gallery

Kementerian PU Dorong PDAM Tarik Obligasi dari Bursa

JAKARTA (Jurnal): Kementerian Pekerjaan Umum akan mendorong perusahaan daerah air minum (PDAM) untuk memperoleh pendanaan dari obligasi yang akan diluncurkan di Bursa Efek Indonesia.
Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Pengembangan Air Minum Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Ir. Danny Sutjiono dalam temu wartawan dengan tema Alternatif Pembiayaan Bidang Air Minum pekan ini. Danny didampingi oleh Kepala BPPSPAM Ir. Rachmat Karnadi, MT.

Danny Sutjiono dan Rachmat Karnadi (kanan)

Menurut Danny, pihaknya mendorong perusahaan air minum yang terbaik di Indonesia untuk memperoleh pembiayaan operasional dan pengembangan usahanya dari dana murah berupa obligasi dari pasar modal.
Menurut dia, PDAM yang ingin melepas obligasi di pasar modal harus didukung oleh bupati/walikota dan DPRD setempat.
“Kami kini sedang mendorong PDAM Palembang untuk melepas obligasi di pasar modal,” katanya.
Danny mengatakan yang penting pihaknya bisa meluncurkan satu saja dulu PDAM yang sehat untuk menarik obligasi masyarakat, setelah itu akan lebih mudah untuk yang berikutnya.
“Saya tidak bisa menargetkan berapa PDAM yang bisa menarik obligasi ke pasar modal, yang penting bisa “memecah telur” dulu,” katanya.
Dia mengatakan bahwa apabila PDAM sudah ada yang bisa masuk ke pasar obligasi, akan semakin mempermudah memperoleh cara pembiayaan yang murah.
Sebelumnya sudah ada dua PDAM yang dicalonkan untuk masuk ke pasar modal yaitu PDAM Palembang dan Bogor. Namun belakangan PDAM Bogor tidak mendapat “restu” dari pemiliknya, sehingga mundur dari rencana masuk ke pasar modal itu.
“Kalau PDAM Palembang memang mendapat dukungan dari Walikota Palembang Eddy Santana, sehingga bisa melanjutkan rencana masuk bursa tersebut,” katanya.
Namun Danny belum bisa memastikan kapan proses masuk bursa itu bisa dapat terlaksana.
“Sekarang sedang dalam proses di wali amanatnya,” tambahnya.
Menurut Danny, selain rencana menarik dana obligasi dari pasar modal, alternative lain yang bisa ditempuh oleh PDAM adalah pola pembiayaan dengan pinjaman perbankan.
Sebagai contoh, katanya, sudah ada PDAM yang menikmati pinjaman perbankan yaitu PDAM Kab. Ciamis dengan pinjaman sebesar Rp 14,7 miliar, lalu PDAM Kab. Lombok Timur senilai Rp 11,18 miliar dan PDAM Kab. Bogor Rp 24,312 miliar.
PDAM yang sedang dalam proses pengajuan pinjaman perbankan adalah PDAM Kota Banjarmasin senilai Rp 110 miliar, PDAM Kota Malang Rp 44,974 miliar, PDAM Kab. Tasikmalaya Rp 30 miliar, PDAM Intan Banjar Rp 40 miliar dan PDAM Kab. Paser Rp 15,50 miliar.
Pada tahun anggaran 2011 pihaknya menjaring 80 PDAM, di mana sebanyak 33 PDAM ditindaklanjuti dengan proposal pinjaman perbankan. Sedangkan pada 2012, dilakukan penjaringan minat rerhadap 58 PDAM yang berkinerja sehat. (aGs/mAn)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s