Gallery

Di Balik Penggantian Kwh Meter PLN

Oleh Agus S. Soerono

Belakangan ini PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus mengganti kWh Meter yang ada di rumah-rumah pelanggan yang sudah berumur lebih dari 20 tahun. Dengan penggunaan kWh Meter yang sudah berumur lebih dari 20 tahun, tentu membuat kinerja pelayanan PT PLN semakin menurun. Setiap kali terjadi kebakaran rumah atau kompleks perumahan, yang menjadi sebab sebagian besar adalah kortsleting listrik atau hubungan pendek arus listrik.
Oleh karena itu, PT PLN (Persero) memprioritaskan penggantian kWh Meter yang sudah uzur itu. Untuk mengganti kWh Meter yang sudah uzur itu, pada 2012 PT PLN menganggarkan biaya untuk mengganti 2,43 juta unit kWh Meter listrik prabayar sebesar Rp 680 miliar.

Agaknya kemampuan industri dalam negeri untuk memproduksi kWh Meter prabayar sudah bisa memenuhi standar yang ditetapkan oleh PLN. Hal itu diakui oleh Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko PLN Murtaqi Syamsuddin di Jakarta, kemarin.
Dia mengatakan, pasokan meteran prabayar dari perusahaan nasional tersebut sudah sesuai standar yang ditetapkan PLN.
Berbeda dengan kWh Meter PLN selama ini dengan sistem pascabayar, meteran yang baru ini menggunakan sistem prabayar. Dengan sistem ini pelanggan membeli ‘pulsa’ listrik yang bisa diperoleh di counter maupun melalui ATM. Dengan sistem kWh Meter Prabayar ini, bisa memberi kesempatan kerja baik bagi para penjual ‘pulsa’ maupun industri produsen kWh Meter prabayar di dalam negeri.

Selama ini PLN, mendapat pasokan meteran prabayar dari dalam negeri. Namun tidak diperoleh informasi seberapa besar prosentase kemampuan produsen dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan 2,5 juta unit kWh Meter.
PLN juga memperhatikan besaran tingkat komponen dalam negeri (TKDN) saat diadakan tender meteran listrik prabayar. PLN juga terus mendorong perusahaan nasional khususnya yang memproduksi meteran listrik prabayar terus tumbuh.

Mekanisme tender dilakukan per regional atau wilayah dengan supervisi PLN pusat.

Data PLN menunjukkan pada 2012, perusahaan itu menargetkan penyambungan meteran listrik prabayar mencapai 2,5 juta pelanggan.

Saat ini, dari total pelanggan PLN yang mencapai 44 juta, sebanyak 3,5 juta di antaranya merupakan pelanggan prabayar.

Dengan demikian, sampai akhir tahun, pelanggan prabayar akan mencapai enam juta atau naik 71% dibandingkan dengan 2011.

PLN optimistis bisa mencapai target tersebut mengingat respon pelanggan cukup antusias memakai listrik prabayar.

Namun sayangnya, sebagian besar masih berasal dari meteran listrik impor.

Meteran listrik prabayar elektronik memiliki beberapa kategori antara lain meteran elektronik fase tunggal dan fase tiga dan meteran “smart”, yang multifase, sehingga dapat berkomuniasi dua arah dan lebih banyak fiturnya dengan memanfaatkan satelit.

Namun PLN harus mengatur persyaratan TKDN-nya, karena apabila tidak ketat dalam pengawasannya, maka kebijakan meteran prabayar itu justru dinikmati oleh produsen meteran di luar negeri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s