Kementerian PUPR Dorong Pembangunan Terowongan Jalan di Indonesia

Kementerian PUPR Dorong Pembangunan Terowongan Jalan di Indonesia

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi pembangunan terowongan karena topografi Indonesia yang beragam mulai dari dataran rendah, perbukitan hingga pegunungan. Pembangunan terowongan jalan memiliki kelebihan dalam menjaga alam dan lansekapnya, serta memangkas jarak tempuh, namun perlu dipertimbangkan dari sisi biaya dan risiko konstruksi.

Menteri Basuki mengatakan infrastruktur terowongan bukan merupakan teknologi baru di Indonesia. “Teknologi terowongan sudah diterapkan pada pembangunan bendungan berupa saluran pengelak. Namun di bidang jalan memang agak terlambat. Untuk itu, kita dorong agar lebih banyak terowongan dalam pembangunan jalan,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada acara Seminar To Introduce Tunnel Planning and Technology, yang diselenggarakan atas kerjasama Kementerian PUPR dan Japan International Cooperation Agency (JICA) dengan narasumber utama Prof. Nobuharu Isago, di Auditorium Kementerian PUPR Jakarta, Senin (16/9/2019).

Terowongan yang tengah dibangun Kementerian PUPR saat ini berada di ruas Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dengan panjang 472 meter dan diameter 14 meter. Pembangunannya menggunakan metode New Austrian Tunneling Methods (NATM). Selain NATM, terdapat juga metode Tunneling Boring Machine (TBM) yang digunakan dalam pembangunan jalur Moda Raya Terpadu (MRT) di Jakarta.

Teknologi terowongan juga akan diterapkan pada ruas Tol Padang-Pekanbaru sebanyak lima terowongan dengan total panjang 8,95 km yang menembus pegunungan Bukit Barisan. Selain di infrastruktur jalan, terowongan saat ini juga banyak digunakan dalam pembangunan seperti Bendungan Kuwil, Way Sekampung, dan lainnya.

Selain itu, menurut Menteri Basuki, Kementerian PUPR bekerjasama dengan Pemerintah Jepang tengah menyiapkan perencanaan pembangunan terowongan pada ruas Tol Bengkulu-Muara Enim. Pembangunan terowongan ini memiliki tantangan luar biasa karena menembus kawasan Bukit Barisan yang merupakan kawasan rawan bencana gunung api dan gerakan tanah, sehingga upaya mitigasi bencana pada tahap perencanaan menjadi sangat penting.

Direktur Jenderal Bina Marga Sugiyartanto mengatakan, terowongan merupakan inovasi konstruksi modern. Menurutnya, terowongan dapat menjadi alternatif pemanfaatan ruang bawah tanah. “Pembangunan terowongan merupakan pemanfaatan _underground space_ yang efektif," ungkapnya.

Menurutnya, salah satu proyek terowongan yang sukses yaitu pembangunan MRT Jakarta. Menurutnya, MRT menjadi contoh sukses karena dapat menekan kemacetan Jakarta,” MRT ini menjadi solusi kemacetan di DKI Jakarta, MRT dibangun di pusat kota yang padat dan diselesaikan dengan gangguan minimal pada wilayah sekitar. Solusi yang sama bisa digunakan di kota besar," tandasnya.

Kementerian PUPR telah membentuk Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) yang bertujuan meningkatkan ketertiban dalam penyelenggaraan dan peningkatan keamanan serta untuk meningkatkan keandalan jembatan khusus dan terowongan sehingga dapat mencegah atau mengurangi risiko kegagalan bangunan. Tugas komisi ini mengkaji dan mengevaluasi keamanan jembatan mulai dari tahap desain, pemanfaatan hingga tahap pemeliharaan. Anggota KKJTJ terdiri dari ahli jembatan dan terowongan dari Kementerian PUPR, akademisi dan praktisi.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Dirjen Bina Sugiyartanto, Direktur Jembatan Iwan Jakarsih, Direktur Jalan Bebas Hambatan dan Perkotaan Hedy Rahadian, Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.(*)

Advertisements

Pecah Ban Akibatkan Kecelakaan Tunggal di Tol Jagorawi, Jasa Marga Regional Jabodetabek Jabar Segerakan Evakuasi Korban dan Pengaturan Lalu Lintas

Pecah Ban Akibatkan Kecelakaan Tunggal di Tol Jagorawi, Jasa Marga Regional Jabodetabek Jabar Segerakan Evakuasi Korban dan Pengaturan Lalu Lintas

SENTUL, JURNAL IBUKOTA: Telah terjadi kecelakaan tunggal di Km 36+500 (B) Jalan Tol Jagorawi arah Jakarta, Minggu (15/09) sekitar pukul 08.10 WIB. Penyebab kecelakaan ditengarai akibat pecah ban belakang.

"Kendaraan yang terlibat pada kecelakaan tersebut adalah kendaraan Suzuki APV dengan nomor polisi F 1196 DH yang berangkat dari Bogor menuju Jakarta," kata Irra Susiyanti,
Marketing and Communication Department Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Regional Jabodetabek Jabar.

Kendaraan yang dikendarai oleh Josni Jafet Tigor tersebut, berpenumpang 9 (sembilan) orang dan mengalami pecah ban belakang sebelah kanan, sehingga pengemudi kehilangan kendali dan kendaraan oleng.

Lima menit setelah kejadian, Polisi Jalan Raya (PJR) tiba di lokasi kecelakaan, kemudian disusul petugas ambulance, dan segera membantu evakuasi korban dan melarikan ke RS terdekat untuk penanganan lebih lanjut. Tiga orang korban meninggal dunia langsung dibawa ke RSUD Ciawi, lima orang yang dibawa ke RS EMC Sentul merupakan tiga orang luka berat dan 2 orang luka ringan, serta satu orang luka berat di bawa ke RS Bina Husada Cibinong.

Selain itu, petugas Layanan Jalan Tol Jasa Marga dan PJR juga melakukan pengaturan lalulintas di sekitar tempat kejadian, pada pukul 09.15 lokasi kejadian sudah bersih, dan kondisi lalu lintas normal kembali.

Jasa Marga mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat kejadian ini. Kami imbau kepada pengguna jalan untuk mengecek kendaraannya secara berkala, membatasi jumlah penumpang agar tidak melebihi kapasitas penumpang kendaraan yg disyaratkan, dan memenuhi batas kecepatan berkendara di jalan tol. (Agus)

Menteri Basuki : Kolaborasi Insinyur Muda ASEAN Perlu Terus Ditingkatkan

Menteri Basuki : Kolaborasi Insinyur Muda ASEAN Perlu Terus Ditingkatkan

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyelenggarakan acara _Meet and Greet Young Fellow Engineers_ di Lapangan Sapta Taruna Kementerian PUPR baru-baru ini. Acara tersebut dihadiri oleh puluhan insinyur muda ASEAN yang mengikuti Konferensi ke-37 Organisasi Insinyur se-ASEAN (CAFEO37) dan para insinyur muda Kementerian PUPR.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, tujuan acara ini untuk mempertemukan para insinyur muda di negara-negara ASEAN. Pertemuan ini menurut Menteri Basuki menjadi penting karena masa depan pembangunan infrastruktur ada di tangan para insinyur muda.

"Saya harap para insinyur muda ASEAN dapat meningkatkan kolaborasinya untuk memperkuat ekonomi regional. Sebab insinyur menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi lewat pembangunan infrastruktur. Insinyur muda PUPR jangan lepaskan kesempatan ini, buat networking dengan para delegasi, salah satunya bisa dengan bertukar media sosial," kata Menteri Basuki.

Menteri Basuki didampingi Direktur Jenderal Cipta Karya Danis H. Sumadilaga tampil interaktif dengan para insinyur muda yang hadir pada acara tersebut. Menteri Basuki mempersilahkan perwakilan insinyur muda PUPR untuk berbagi pengalaman di hadapan para delegasi, salah satunya yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Prasarana Akuatik sebagai venue Asian Games 2008 Anggoro Putro.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Basuki berpesan untuk para insinyur muda ASEAN untuk dapat mempelajari lebih lanjut dan menerapkan konsep Lean Construction. Lean construction merupakan metodologi dalam industri manufaktur yang diterapkan dalam industri konstruksi yang tujuannya antara lain adalah untuk meningkatkan nilai tambah, akurasi, efisiensi, transparansi, dan kreativitas.

"Ini adalah _future engineering_. Salah satu prinsipnya adalah pemanfaatan teknologi upaya merubah budaya kerja. Saya harap ini dapat menjadi diskusi para insinyur muda ASEAN, karena ini sangat penting untuk menjamin keberlangsungan lingkungan ke depan," ujarnya.

Dalam acara tersebut Menteri Basuki juga mengumumkan para juara Sayembara Gagasan Desain Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang kawasan kampus Kementerian PUPR. Kompetisi tersebut dibuka untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) muda PUPR angkatan 2017-2018. Tujuan penataan PKL tersebur agar kawasan sepanjang kampus PUPR lebih tertata dan penyajian makanannya menjadi lebih higienis.

"Kami lebih memilih membuka sayembara desain untuk penataan PKL tersebut, dibanding menggunakan konsultan. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan ide-ide dari SDM PUPR terutama para insinyur muda. Hasil dari gagasan desain ini akan dilanjutkan menjadi detail desain untuk diwujudkan pembangunannya pada tahun depan (2020)," kata Menteri Basuki.

Sayembara dimenangkan oleh Anisa Budi Kurniasari, ASN Direktorat Bina Penataan Bangunan, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR yang mengusung konsep Sky View Food Court. "Konsep desain yang saya usulkan adalah elevated street food vendor, sehingga selain memindahkan PKL dari trotoar, juga akan menyajikan pemandangan yang bagus dari ketinggian," kata Anisa.

Salah satu delegasi insinyur muda dari Malaysia, Jacklyn mengaku sangat senang diundang hadir dalam acara tersebur. "Indonesia sudah seperti rumah sendiri bagi saya. Menurut saya Menteri Basuki sangat terlihat jiwa muda semangatnya," katanya.

Sementara itu, Amanda Larissa, salah satu ASN Kementerian PUPR dari Direktorat Bina Penataan Bangunan Diten Cipta Karya mengatakan, acara tersebut sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan jaringan (networking) antar insinyur dari mancanegara. "Saling berbagi perkembangan infrastruktur. Tadi berkenal dengan delegasi dari Hongkong dan berbagi cerita diantaranya tentang perbandingan MRT kedua negara. Juga tentang rencana pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia," ujarnya.(*)

Menteri Puspayoga: Bisnis Online dan Offline Harus Saling Mendukung

Menteri Puspayoga: Bisnis Online dan Offline Harus Saling Mendukung

DENPASAR, JURNAL IBUKOTA: Meskipun revolusi industri 4.0 telah mengubah cara bisnis ke sistem online namun tidak akan total menggusur bisnis offline. Bisnis offline masih lebih dominan dibandingkan online.

"Sehebat-hebatnya revolusi industri 4.0 tidak akan bisa mengalahkan offline. Bisnis online terbesar di Cina baru 16 persen dari total jual beli di negara itu. Indonesia baru 6-7 persen," kata Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga, Sabtu (14/9) saat membuka Rakernas Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) V di Sanur, Bali.

Rakernas mengangkat tema APJI menuju 4.0. Mendorong industri jasa boga yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas untuk mencapai kesejahteraan.

Puspayoga mengatakan tema yang diangkat APJI sangat tepat sebab revolusi industri 4.0 telah memudahkan dunia bisnis lewat internet. Ia mencontohkan, pengusaha hotel tidak harus memiliki bangunan hotel, tapi bisa mengelola penjualan kamar hotel secara online. Begitu juga pengusaha taksi tidak harus memiliki armada tapi bisa menjalankan bisnis transportasi secara global.

Ia meminta pengusaha termasuk pengusaha yang tergabung di APJI menangkap fenomena tersebut. Mampu memanfaatkan bisnis online dan offline secara bersamaan.

"Kedua model bisnis ini harus saling menunjang. Kalau tidak memanfaatkan online susah juga, namun jangan mengandalkan offline semata," tegas Puspayoga.

Ia mengemukakan pengusaha jasa boga merupakan pengusaha yang sudah memiliki jaringan luas. Walaupun demikian, pemanfaatan bisnis secara online juga diperlukan.

Puspayoga dalam sambutannya menyampaikan bisnis jasa boga terkait erat dengan dunia pariwisata. Jika pariwisata berkembang maka UKM juga berkembang.

Menurutnya pengembangan dunia pariwisata perlu strategi. Hal itu yang diterapkan Bali, mengembangkan pariwisatanya selama ratusan tahun. Menurutnya yang perlu dibangun lebih dulu adalah masyarakatnya yang berkarakter pariwisata.

Ketua APJI Rahayu Setiowati mengatakan Rakernas akan membahas masalah-masalah implementasi revolusi industri 4.0 untuk peningkatan kualitas yang berkesinambungan.

Mengingat masih banyak pengusaha jasa boga berskala UKM yang membutuhkan pembinaan agar dapat naik kelas.

"Kita ingin hasil Rakernas ini konkret seperti harapan Menteri Koperasi dan UKM sehingga pelaku usaha jasa boga semakin berkembang," kata Rahayu.

Hadir dalam acara tersebut hadir Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali I Putu Astawa dan Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM bidang Produktivitas dan Daya Saing Herustiati. (Agus)

Caption:

Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga memberikan sambutan sekaligus membuka Rakernas V Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) di Sanur, Bali. Sabtu(14/09/2019). Hadir dalam acara ini Ketua Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia Rahayu Setiowaty dan Kadis Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali I Putu Astawa dan Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM bidang Produktivitas dan Daya Saing Herustiati.

Jasa Marga Regional JabodetabekJabar Lakukan Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Tol Jagorawi

Jasa Marga Regional JabodetabekJabar Lakukan Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Tol Jagorawi

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Dalam rangka meningkatkan kualitas jalan di Ruas Tol Jagorawi, PT Jasa Marga (Persero) Tbk Regional Jabodetabek Jabar akan melakukan pekerjaan pemeliharaan jalan dengan rekonstruksi perkerasan menggunakan metode Beton Rapid Setting.

"Adapun total panjang jalan yang akan dilakukan rekonstruksi perkerasan adalah 1.750 m untuk jalur A (arah Bogor) dan 1.248 m untuk jalur B (arah Jakarta), dan direncanakan pekerjaan ini selesai pada akhir tahun 2019. Pekerjaan dimaksud merupakan bagian dari rangkaian pekerjaan pemeliharaan periodik Scrapping, Filling & Overlay (SFO) pada ruas Jalan Tol Jagorawi," kata Irra Susiyanti,
Marketing and Communication Department Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Regional Jabodetabek Jabar.

Pada minggu ini, pekerjaan tersebut mulai dilakukan pada tanggal 16 September pukul 10.00 WIB sd 19 September 2019 pukul 14.00 WIB di Km 08+622 sd Km 08+722 jalur A (Taman Mini arah Cibubur/ Bogor) sepanjang 100 m.

Jasa Marga Regional Jabodetabek Jabar bersama Kepolisian mengantisipasi potensi kepadatan yang mungkin terjadi dengan menyiapkan mitigasi risiko melalui pengaturan lalu lintas berupa pemasangan rambu di lajur utama sebelum akses masuk dan Gerbang Tol (GT) Cibubur baik yang ke arah Jakarta maupun arah Bogor.

Untuk mengantisipasi kepadatan yang mungkin terjadi, Jasa Marga Regional Jabodetabek Jabar bersama dengan Kepolisian juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas contraflow secara situasional dengan titik awal Km 05+600 s.d Km 13+000 Jalan Tol Jagorawi, mulai pukul 15.30 s.d 21.00 WIB.

Untuk memastikan informasi ini diterima dengan baik oleh pengguna jalan, Jasa Marga Regional Jabodetabek Jabar telah melakukan sosialisasi rencana pekerjaan dengan memasang media luar ruang berupa spanduk imbauan pekerjaan dan Variable Message Sign (VMS) serta selebaran yang dipasang dan didistribusikan di Ruas Jalan Tol Jagorawi.

Jasa Marga Regional Jabodetabek Jabar memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pekerjaan rekonstruksi tersebut karena berdampak pada penyempitan lajur menjelang lokasi pekerjaan. Diimbau kepada pengguna jalan agar tetap berhati-hati, memperhatikan rambu-rambu dan arahan petugas, serta mengatur waktu perjalanannya. (Agus)

Kehadiran PLBN Motaain, Bendungan Rotiklot dan Jalan Perbatasan 176 Km Memacu Kemajuan di NTT

Kehadiran PLBN Motaain, Bendungan Rotiklot dan Jalan Perbatasan 176 Km Memacu Kemajuan di NTT

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA:
Untuk mengakselerasi kemajuan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun sejumlah infrastruktur. Langkah nyata yang dilakukan diantaranya dengan membangun jalan perbatasan dengan Timor Leste sepanjang 176 kilometer yang di kenal sebagai Sabuk Merah Sektor Timur. Kehadiran ruas jalan tersebut membuka daerah yang semula terisolir dan memperlancar konektivitas antar wilayah.

Selain membangun jalan perbatasan, Kementerian PUPR juga membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu yakni PLBN Motaain di Kabupaten Belu. Tak hanya berfungsi sebagai pos lintas batas, PLBN menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi baru

PLBN Motaain dibangun dengan mengadopsi bentuk atap rumah Matabesi, yakni rumah tradisional masyarakat Belu. Gerbang utama PLBN ini pun sudah menggunakan sistem elektrik, yang memudahkan petugas untuk membuka dan menutup gerbang.

Sebagai provinsi dengan curah hujan rendah, Kementerian PUPR membangun Bendungan Rotiklot, satu dari tujuh bendungan yang dibangun di NTT, sebagai sumber air bagi irigasi, air baku, pengendali banjir dan destinasi wisata. Ketersediaan air akan meningkatkan ketahanan air dan pangan di provinsi NTT. Bendungan Rotiklot memiliki kapasitas tampung 3,3 juta m3 dan dengan luas genangan 24,91 hektar.

*Saksikan cerita perjalanan di Provinsi NTT selengkapnya di Journey – Metro TV pada Sabtu, 14 September 2019 pukul 10.30 WIB*.(*)

Menteri Basuki Minta ASN PUPR Contoh Karakter BJ Habibie

Menteri Basuki Minta ASN PUPR Contoh Karakter BJ Habibie

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melantik sebanyak 73 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, dan Fungsional Kementerian PUPR di Auditorium Kementerian PUPR, Jumat (13/9/2019). Pejabat yang dilantik terdiri dari 11 Pejabat Tinggi Pratama (eselon II.a), 4 Pejabat Tinggi Pratama (eselon II.b), 46 Pejabat Administrator (eselon III.a) dan 9 Pejabat Administrator (eselon III.b), serta 3 pejabat fungsional.

Dalam sambutannya, Menteri Basuki menyampaikan tiga arahannya. Pertama, berpulangnya Presiden RI ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie pada Rabu, 11 September 2019 merupakan sosok yang memiliki karakter dan cita-cita. Perjalanan hidupnya sejak muda sampai dengan akhir hayatnya sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo pada saat pemakaman di Taman Makan Pahlawan Kalibata, merupakan tokoh yang selalu memikirkan pembangunan masa depan Indonesia.

“Saya kira ini yang harus kita contoh. Pelantikan ini juga dalam rangka membangun Indonesia di bidang infrastruktur PUPR,” tegas Menteri Basuki.

Pesan kedua yakni pelantikan kali ini dilakukan pada masa transisi yakni akan berakhirnya Kabinet Kerja pertama dan akan terbentuknya Kabinet Kerja selanjutnya. Oleh karenanya pelantikan diprioritaskan untuk mengisi jabatan-jabatan yang kosong atau pejabat yang bersangkutan pensiun. Sehingga regenerasi tetap berjalan dengan baik.

Ketiga, kata Menteri Basuki, sumpah jabatan, pelantikan, Pakta Integritas yang ditandatangani merupakan janji yang harus dilaksanakan dalam menjalankan tugas setiap hari. “Jangan dianggap remeh karena menjadi payung dan melandasi langkah kita dalam bekerja serta memiliki dampak hukum,” ujar Menteri Basuki.

Selain itu Menteri Basuki mengatakan, bahwa sumpah jabatan tidak berlaku hanya untuk diri sendiri saja, namun juga kepada Tuhan YME. Kepada pejabat yang dilantik, Menteri Basuki berpesan agar hidup dengan sederhana, selalu menjaga nama baik institusi, dan keluarga.

Sebelas Pejabat Tinggi Pratama (eselon IIa) yang dilantik adalah Tri Agustiningsih sebagai Kepala Biro Keuangan Sekretariat Jenderal, Nikmatulloh sebagai Inspektur II Inspektorat Jenderal, dan Iriandi Azwartika sebagai Kepala Pusat Air Tanah dan Baku Ditjen Sumber Daya Air, Yudha Mediawan sebagai Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Ditjen Cipta Karya, Prasetyo sebagai Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Ditjen Cipta Karya, Andreas Wibowo sebagai Kepala Sekretariat Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum Ditjen Cipta Karya.

Manggas Rudy Siahaan sebagai Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Perkotaan Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW), Dian Irawati sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman Badan Penelitian dan Pengembangan.

Kemudian dua dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia yakni Dodi Krispratmadi sebagai Kepala Pusat Penelitian Kompetensi dan Pemantauan Kinerja dan Herman Suroyo sebagai Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi. (*)

Kementerian PUPR Dorong Inovasi Pelaku Jasa Konstruksi Indonesia

Kementerian PUPR Dorong Inovasi Pelaku Jasa Konstruksi Indonesia

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mendorong para pelaku industri jasa konstruksi nasional melakukan inovasi, kreativitas dan perubahan kultur sebagai kunci memenangkan persaingan dan membangun daya tahan industri konstruksi di tengah pelemahan ekonomi global. Hal ini penting karena Indonesia saat ini menjadi pasar konstruksi terbesar di Asia Tenggara dan peringkat empat di Asia. Sektor konstruksi juga turut memberikan kontribusi hingga 10% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia.

Inovasi diperlukan sebagai adaptasi terhadap perubahan global salah satunya perkembangan pesat teknologi informasi. Penguasaan dan pemanfaatan teknologi informasi oleh para pelaku industri konstruksi Indonesia menjadi keniscayaan untuk bisa bersaing dalam kompetisi global.

Salah satu teknologi yang tengah di dorong Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) adalah aplikasi Building Information Modelling atau BIM. Kementerian PUPR selaku regulator, turut beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dengan menjadikan penerapan BIM sebagai syarat untuk menjaga kualitas proses konstruksi. Diharapkan dunia konstruksi juga terpacu untuk mulai meningkatkan kemampuan dan praktek penggunaan BIM sebagai kewajiban di seluruh proyek.

“Penggunaan BIM sudah dimulai oleh Puslitbang Permukiman dalam perencanaan bangunan dan berkembang saat ini digunakan dalam perencanaan pembangunan Stadion Manahan Solo. Kedepan kita kembangkan dalam membangun bendungan,” kata Menteri Basuki usai membuka Konferensi Internasional Asosiasi Kontraktor Indonesia ke-48 di Bali, 13/9/2019.

Turut hadir Ketua ASEAN Constructors Federation (ACF), Joseph Pangalila, Presiden International Federation of Asian and Western Pacific Contractors, Mohammad Ali Janah, dan Ketua Asosiasi Kontraktor Indonesia, Budi Harto.

Manfaat dari penggunaan teknologi ini antara lain, meningkatkan efisiensi dan akurasi, proses desain dan konstruksi yang lebih ramping dan transparan, akurasi dalam setiap perhitungan, menghindari kesalahan mulai perencanaan hingga pelaksanaaan, waktu pelaksanaan yang lebih cepat dalam suatu proyek konstruksi.

Hal tersebut, memang tidak terlepas dari kemampuan BIM yang dapat mensimulasikan seluruh informasi proyek bangunan atau konstruksi ke dalam bentuk model 3D sampai 7D, yaitu dengan menerapkan building data, project schedule, cost planning, energy analysis dan operation serta maintenance.

Perkembangan teknologi digital juga dimanfaatkan para kontraktor untuk mengaplikasikan metode _lean construction_ pada proyeknya. Metode ini difokuskan untuk menghilangkan aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah atau dianggap sebagai pemborosan maupun kerugian.

Tujuan lain dari penerapan lean construction adalah untuk memberi efek positif pada ketepatan waktu penyelesaian, kualitas dan biaya operasional yang dikeluarkan. Lean construction mengadopsi budaya kerja Toyota dan metode Toyota dalam proses produksi yang meminimalisir pemborosan namun produk yang dihasilkan tetap memenuhi kualitas yang diinginkan.

Sementara Ketua AKI Budi Harto optimistis pasar konstruksi Indonesia bisa tumbuh di tengah perlambatan ekonomi global. Salah satunya adalah rencana Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur yang membutuhkan biaya sekitar Rp 466 triliun dari APBN, Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha serta investasi.

“Hal ini merupakan tantangan sekaligus peluang baru bagi semua kontraktor untuk ambil bagian dalam pembangunan Ibu Kota Negara tersebut, yang memerlukan penambahan infrastruktur secara masif,” kata Budi Harto.

Konferensi Internasional AKI diselenggarakan sebagai forum para pelaku industri konstruksi berbagi pengetahuan, pengalaman dan penggunaan teknologi baru di sektor konstruksi.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki yakni Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja dan Kepala Balai Wilayah Sungai Penida Airlangga Mardjono.(*)

Jalan Tol JORR II Ruas Kunciran-Serpong Ditargetkan Beroperasi TW IV Tahun 2019

Jalan Tol JORR II Ruas Kunciran-Serpong Ditargetkan Beroperasi TW IV Tahun 2019

TANGERANG, JURNAL IBUKOTA: Salah satu jalan tol yang ditargetkan beroperasi tahun ini oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk yaitu Jalan Tol JORR II Ruas Kunciran-Serpong, telah mencapai progres konstruksi 97,02% hingga awal September 2019. Jalan tol sepanjang 11,135 Km ini dikelola oleh salah satu anak usaha Jasa Marga, PT Marga Trans Nusantara (PT MTN).

Dalam kunjungan kerjanya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit optimis konstruksi Jalan Tol JORR II Ruas Kunciran-Serpong akan selesai pada akhir September 2019 sehingga dapat dioperasikan pada triwulan (TW) IV Tahun 2019.

“Untuk konstruksi dapat selesai di akhir bulan dan dapat beroperasi di akhir TW IV Tahun 2019. Untuk kelancaran penyelesaian konstruksi dan pengoperasian Ruas Kunciran-Serpong tetap perlu berkoordinasi dengan Ruas Cengkareng-Batuceper-Kunciran serta Ruas Serpong-Cinere sebagai bagian dari Ruas JORR II,” tambah Danang.

Presiden Direktur PT MTN Truly Nawangsasi menjelaskan di samping memastikan kesiapan peralatan tol dan sarana pendukung lainnya, PT MTN tetap fokus pada 3% sisa pekerjaan berupa penyelesaian pekerjaan Jembatan Bhayangkara Lama dan Jembatan Duta Bintaro yang juga ditargetkan selesai akhir bulan ini. Setelah itu maka kami akan melanjutkan ke tahap Uji Laik Fungsi & Uji Laik Operasi, dimana PT MTN tetap akan mengutamakan keamanan _(safety)_ , kerapihan dan kebersihan lapangan saat tahap Uji Laik berlangsung.

Jalan Tol JORR II Ruas Kunciran-Serpong dibagi menjadi 2 Paket pekerjaan, yaitu Paket 1 ruas Kunciran-Parigi sepanjang 6,711 Km dan Paket 2 ruas Parigi-Serpong sepanjang 4,424 Km. Pekerjaan Paket 1 ruas Kunciran-Parigi masih dalam tahap konstruksi yang sudah mencapai 95,39%, sedangkan untuk pekerjaan Paket 2 sudah mencapai 100%, sehingga total progres pekerjaan hingga awal September 2019 telah mencapai 97,02%.

Diharapkan setelah beroperasinya Jalan Tol Ruas Kunciran-Serpong maka potensi kepadatan yang ada, terutama di Jalan Tol JORR eksisting, akan lebih terdistribusi sehingga diharapkan akan jauh lebih lancar. Hal ini tentunya akan memperlancar arus distribusi barang dan jasa, dan akan meningkatkan roda perekonomian di Jakarta dan sekitarnya. (Agus)