Kemenkop UKM dan Gojek Kerja Sama Pelatihan Kewirausahaan

Kemenkop UKM dan Gojek Kerja Sama Pelatihan Kewirausahaan

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Kementerian Koperasi dan UKM dan perusahaan berbasis aplikasi online Gojek melakukan nota kesepahaman (MoU) pemberdayaan dan peningkatan kemampuan para pengusaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia melalui program Gojek Wirausaha.

Penandatanganan MoU dilakukan Deputi bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM Rulli Nuryanto dan Chief of Public Policy and Government Relation Gojek Dyan Shinto E. Nugroho di Jakarta, Senin (20/5/2019).

Rulli mengatakan upaya Gojek dalam mengembangkan UMKM secara tidak langsung mendukung gerakan kewirausahaan dan menumbuhkan wirausaha-wirausaha baru di tanah air.

“Ini sejalan dengan keinginan pemerintah yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Rulli.

Era Revolusi 4.0 tidak bisa dihindari, era dimana teknologi informasi berkembang sangat cepat. Pelaku usaha diharapkan mampu mengantisipasi segala perubahan yang terjadi sebagai konsekuensi dari kemajuan teknologi informasi.

Gojek, kata Rulli, sudah menjadi fenomena tersendiri yang dilengkapi dengan fitur GoRide, GoFood, GoSend, GoShop, GoBox dan lain-lain. Karena itu, dengan penandatanganan MoU ini, Rulli berharap dapat mewujudkan komitmen untuk memberdayakan dan meningkatkan daya saing UMKM melalui pelatihan yang bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan skala bisnis, keterampilan dan kesejahteraan UMKM di Indonesia melalui teknologi.

Selain dengan Kemenkop UKM, Gojek juga melakukan penandatanganan MoU dengan Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kementerian Ketenagakerjaan Bambang Satrio Lelono.

“Kolaborasi strategis antara dua Kementerian dengan Gojek ini secara umum bertujuan membantu pelaku UMKM supaya bisa naik kelas, sekaligus mendukung program pemerintah dalam pemberdayaan UMKM pada ekonomi digital,” kata Dyan Shinto E Nugroho.

Ia menambahkan, Gojek selalu mencari solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para UMKM supaya terus tumbuh. Lewat kerjasama ini, Dyan Shinto berharap, menjadi kunci mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Acara juga dihadiri oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Presiden Gojek Andre Sulistyo, Deputi Produksi dan Pemasaran Victoria br Simanungkalit, Dirut Baznas Arifin Purwadinata, Dirut Jasa Raharja dan lain-lain. (Agus)

Advertisements

Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 28 Arah Cikampek Kembali Normal, Girder Berhasil Dipindahkan dan Contra Flow Ditutup

Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 28 Arah Cikampek Kembali Normal, Girder Berhasil Dipindahkan dan Contra Flow Ditutup

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA:
Setelah terjadi kepadatan pada pagi hari ini akibat pemindahan girder, di lokasi Km 28+600 Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, dan sempat dilakukan contra flow mulai dari jam 08.00 di Km 28 hingga Km 29, untuk mencairkan kepadatan lalu lintas.

Pukul 11.20 WIB Girder sudah berhasil dipindahkan ke area kerja yang tidak mengganggu arus lalu lintas.
Lajur sudah beroperasi normal, sehingga contra flow diakhiri.

Jasa Marga mohon maaf atas ketidaknyamanan akibat kepadatan arah Cikampek pada pagi hari ini. (Agus)

Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek lakukan Contra Flow untuk Memindahkan SIG Proyek Jalan Tol Layang Cikampek

Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek lakukan Contra Flow untuk Memindahkan SIG Proyek Jalan Tol Layang Cikampek

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA:
Rabu, 22 Mei 2019 sekitar pukul 04.00 WIB, di lokasi Km 28+600 Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, terjadi proses pemindahan Steel I Girder (SIG) Proyek Jalan Tol Layang Cikampek.
Dimana saat SIG dalam proses mobilisasi dengan kendaraan multi axle, posisi SIG (sepanjang 108 meter) berubah, sehingga utk keselamatan dan quality control SIG saat ini diamankan di lajur 1 dan akan dipindahkan ka area kerja.

Untuk menjaga agar kondisi lalulintas kembali normal, Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek melakukan contra flow dari Km 28 – Km 29 Jalan Tol Jakarta-Cikampek sejak pukul 08.00 WIB hingga proses pemindahan SIG selesai dilakukan, yang diperkirakan dapat diselesaikan siang ini jam 12.

Jasa Marga mohon maaf atas ketidaknyamanannya, kami imbau pengguna jalan yang menuju Cikampek dapat mengatur perjalananya, tetap mengikuti arahan petugas di lapangan, atau menggunakan jalur alternatif. (Agus)

Ingin Mengembalikan Budaya Nusantara, Keturunan Para Raja Bentuk Poesaka Nusantara

Ingin Mengembalikan Budaya Nusantara, Keturunan Para Raja Bentuk Poesaka Nusantara

RMnews.Com-Jakarta: Kita semua tahu bahwa Nusantara tempo dulu dipimpin para raja-raja. Namun, ketika dalam perkembangannya para raja-raja nusantara bersepakat untuk mendirikan sebuah negara dalam bentuk kerajaan yang berpusat di pulau Jawa. Pada masa itu nusantara dikenal sebagai negara yang kuat. Hal itu bisa terlihat dari kepemimpinan raja, patih dan temunggung serta memiliki ribuan prajurit tangguh.
Sejalan dengan hal ini, Cakrawala Institut yang merupakan bagian dari Poesaka Noesantara Kembali menggelar Gebyar Nusantara dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Kegiatan yang dihelat di Area Musium Satria Mandala, Jalan Gatot Subroto, Senin 20 Mei 2019 sontak menjadi perhatian insan media dan masyarakat, utamanya para mahasiswa yang menjadi peserta kegiatan. Acara dimulai pukul 16.00 WIB dan dirangkaikan dengan berbagai seni budaya dari berbagai daerah itu telah menunjukkan kepada kita bahwa Nusantara memiliki kekayaan seni budaya yang tiada tara.
Setelah buka puasa bersama, panitia menyediakan waktu untuk jumpa pers. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Poesaka Noesantara Kembali, Imam Sugiato mengatakan bahwa hari ini adalah momen yang paling tepat untuk mengembalikan kejayaan nusantara. Karena dari kerajaan nusaantaralah yang menjadi tonggak awal berdirinya Negara Republik Indonesia.
“Untuk mengembalikan kejayaan nusantara, maka kami keturunan para raja membentuk sebuah wadah moral yaitu Poesaka Nusantara Kembali. Elemen masyarakat ini menjadi lokomotif hadirnya nusantara atas kegiatan-kegiatan yang bernuansa kebudayaan nasional,” kata Imam dalam Jumpa Pers di Area Musium Satria Mandala, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (20/5/2019).
Terkait Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei 1908, Imam Sugiarto menegaskan, ini baru dimulai dengan kesadaran pribadi bahwa betapa pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa. “Bangsa ini merdeka karena atas perjuangan rakyat nusantara, meski dengan alat perang yang sederhana yakni bambu runcing. Karena atas izin Allah, Tuhan Yang Maha Esa itulah lahirnya sebuah negara bernama Indonesia,” ulasnya.
Poesaka Noesantara Kembali tidak ada kaitannya dengan geo politik. Menurut Imam, organisasi ini dibentuk sebagai wadah menghimpun inspirasi anak bangsa utamanya para para keturunan raja.
“Kami tidak berafeliasi dalam dunia politik, namun kami memiliki independensi yang tinggi dalam menjaga kearifan baik lokal maun nasional. Namun sayangnya adat dan budaya warisan nusantara dalam kehidupan modern ini sudah hampir terkikis habis,” pungkasnya. (**)

Kementerian PUPR Anggarkan Rp 7 Triliun untuk Revitalisasi Sekolah, Pasar, dan Prasarana Olahraga

Kementerian PUPR Anggarkan Rp 7 Triliun untuk Revitalisasi Sekolah, Pasar, dan Prasarana Olahraga

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Untuk merevitalisasi pembangunan sekolah, pasar, dan sarana olah raga sepanjang tahun 2019, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Perumahan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membutuhkan alokasi anggaran kurang lebih sebesar Rp 7 triliun yang nantinya akan diperoleh dari sumber Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
” Revitalisasi pembangunan ketiga sarana tersebut nantinya akan difasilitasi melalui Pusat Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan, Olahraga, dan Pasar, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR,” jelas Kepala Pusat Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan, Olahraga, dan Pasar, Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, dalam acara Orientasi Jurnalis KementerianPekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang berlangsung di Hotel Park Regis Arion, Kemang, Jakarta Selatan, Senin sore (20/5/2019).
Dijelaskannya, untuk sektor pendidikan, pihaknya akan membangun 2.000 sekolah, sedangkan sebanyak 200 lebih akan difokuskan untuk penanganan madrasah, 41 PTN, 9 PTKIN, serta 9 pasar. Sekolah dan madrasah ditargetkan Desember 2019, sementara tahun berikutnya secara single year, tetapi bertahap penangannya sesuai dengan alokasi anggaran dan pelaksanaannya. (*/Agus/dbs)

Jembatan Gantung Kian Rai Ikun Mudahkan Pergerakan Warga Desa di Kabupaten Belu, NTT

Jembatan Gantung Kian Rai Ikun Mudahkan Pergerakan Warga Desa di Kabupaten Belu, NTT

BELU, JURNAL IBUKOTA: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus aktif membangun jembatan gantung guna mempermudah akses antar desa dan mendukung kegiatan harian warga desa.

Program pembangunan jembatan gantung merupakan bagian dari program Nawa Cita Presiden Republik Indonesia yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan. “Hadirnya jembatan ini akan mempermudah dan memperpendek akses warga masyarakat perdesaan menuju sekolah, pasar, tempat kerja, mengurus administrasi ke kantor kelurahan atau kecamatan dan akses silaturahmi antar warga,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksana Jalan X Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Provinsi NTT Ditjen Bina Marga juga telah menyelesaikan pembangunan jembatan gantung bernama Kian Rai Ikun yang melintasi sungai Talau.

Jembatan Gantung yang terletak di Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut yang menghubungkan Desa Tialai Kecamatan Tasifeto Timur dengan Desa Naekasa Kecamatan Tasifeto Barat dengan anggaran sebesar RP 3,2 miliar dari APBN Tahun 2018.

Jembatan Gantung Kian Rai Ikun yang memiliki bentang panjang 84 meter mulai beroperasi setelah diresmikan pada 10 April 2019 lalu. Jembatan gantung ini hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Adapun daya tampung jembatan tersebut maksimal sebanyak 40 orang.

“Ini contoh infrastruktur kerakyatan berupa jembatan gantung. Banyak yang mengatakan banyak jembatan ini untuk menggantikan “Jembatan Indiana Jones”,” kata Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Endra S. Atmawidjaja, Saat meninjau Jembatan Gantung Kian Rai Ikun, Sabtu (19/5/2019). Indiana Jones merupakan judul film populer yang diperankan oleh Harrison Ford.

“Jembatan ini dapat membantu masyarakat. Ketika musim hujan, air meninggi sehingga menyulitkan untuk anak sekolah lewat,” ujar Endra.

Endra mengatakan, sebelum jembatan gantung itu dibangun, anak sekolah harus memutar dengan jarak tujuh kilometer untuk bisa menyeberang. Kondisi senantiasa sulit ketika musim hujan tiba, sungai meluap dan anak-anak mesti menunggu air surut terlebih dahulu baru bisa menyeberang.

Marin Aplungi warga yang tinggal di Desa Tialai mengatakan, sebelum dibangunnya jembatan ini, harus berjalan memutar sejauh 7 Km jika ingin ke rumah saudaranya di seberang. ”Dengan adanya jembatan ini, kami bersyukur sekali bisa kerumah saudara dengan cepat,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Juan yang masih duduk dibangku SMP. “Jika ingin berangkat kesekolah harus berjalan kaki sejauh 7 Km. Terlebih saat musim hujan, air tinggi dan harus menunggu sampai surut untuk bisa menyeberang,” tandasnya.(*)

Infrastruktur Lebih Siap, Mudik Lebaran 2019 Diharapkan Lebih Baik

Infrastruktur Lebih Siap, Mudik Lebaran 2019 Diharapkan Lebih Baik

JAKARTA, JURNAL IBUKOTA: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan secara umum kesiapan jalur mudik tahun 2019 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Di samping jalan tol, kemantapan jalan nasional di Pulau Jawa dan Sumatera secara keseluruhan juga sudah di atas 90%.

“Untuk di Pulau Jawa, seluruh ruas jalan tol dan jalan nasional sudah siap untuk dikelola oleh Korlantas Polri arus lalu lintasnya. Untuk jalan nasional dari Cikampek hingga ke Semarang, menurut kami sudah lebih baik kondisinya dari tahun lalu. Di Lintas Utara Jawa ini jalan nasional sepanjang 1.341km dalam kondisi mantap 97%, sementara Lintas Tengah Jawa sepanjang 1.197 km dalam kondisi mantap 93%, sedangkan Lintas Selatan sepanjang 888 km mantap 98 persen dan Pantai Selatan Jawa sudah terhubung 1.267 km dari total 1.647 km dengan kondisi mantap 83%,” kata Menteri Basuki dalam Rapat Kerja (Raker) terkait kesiapan penanganan mudik Lebaran 2019 dengan Komisi V DPR RI yang dipimpin Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis di Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Menteri Basuki menambahkan, Kementerian PUPR juga sudah meresmikan jembatan Kolonel Sunandar sepanjang 170 meter yang menghubungkan Kudus-Demak yang berada di akses vital jalan Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah. “Jembatan tersebut sangat membantu masyarakat karena bisa digunakan dua arah. Selain itu, dua jembatan di Temanggung (Jembatan Galeh Progo) juga sudah siap dibuka untuk umum,” ujar Menteri Basuki.

Sejumlah perbaikan jalan dengan perkerasan beton (rigid pavement) di Pulau Jawa, juga dikatakan Menteri Basuki sudah selesai dan siap dibuka untuk dapat dilewati saat mudik nanti. “Untuk rigid pavement di daerah Kebumen akan dibuka besok karena menunggu umur beton pada tanggal 22 Mei 2019, begitu pula di daerah Prupuk. Jadi dapat dipastikan semua pekerjaan perbaikan akan dihentikan pada H-10 Lebaran,” tuturnya.

Untuk Jalan Tol Trans Jawa, Menteri Basuki mengatakan sudah siap digunakan untuk Mudik Lebaran 2019 sepanjang 1.000,7 km, dengan ruas yang sudah operasional sepanjang 996 km dan sisanya fungsional sepanjang 4,7 km yakni pada ruas Tol Pandaan – Malang seksi 4 Singosari – Pakis. “Termasuk yang sudah operasional yakni Jalan Tol Pandaan-Malang seksi 1-3 sepanjang 31 km, yang baru diresmikan dua minggu lalu oleh Presiden Jokowi,” kata Menteri Basuki.

Sementara untuk di Pulau Sumatera, Menteri Basuki menyatakan total panjang ruas jalan tol yang siap digunakan untuk mudik sepanjang 503 km dengan ruas yang sudah operasional sepanjang 281 km dan sisanya fungsional sepanjang 222 km. Ruas yang sudah operasional tersebut yakni Bakauheni – Terbanggi Besar 140,4 km, Palembang – Indralaya 21,9 km, Medan – Binjai 13,2 km, Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi 62,2 km dan Belawan – Medan – Tanjung Morawa 42,7 km. Sedangkan untuk yang masih fungsional adalah Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung sepanjang 189 km dan Kayu Agung – Palembang sepanjang 33 km. Pemanfaatan tol fungsional Trans Sumatera sepenuhnya nanti akan berada dibawah kendali Korlantas Polri.

Di Jalan Tol Trans Sumatera tersedia 18 rest area di ruas yang operasional, sementara untuk Tol fungsional disiapkan Tempat Istirahat Sementara (TIS). “Untuk pelayanan rest area, Kementerian PUPR menempatkan 40 mobil toilet dan 40 hidran umum diberbagai rest area jalan tol dan posko mudik di jalan Pantura dan Pansela Jawa,” kata Menteri Basuki.

Sementara jalan nasional di Sumatera, sepanjang 7.918 Km sudah siap dengan rincian Jalan Lintas Barat 2.563 km dalam kondisi Mantap 97%, Jalan Lintas Timur 3.017 km dalam kondisi mantap 93%, dan Jalan Lintas Tengah 2.338 km dalam kondisi mantap 94%. “Masih ada yang harus diselesaikan perbaikan jalan nasional di Batas Jambi-Palembang karena kegagalan proses lelang. Untuk itu akan dilakukan penanganan darurat agar tidak ada jalan berlubang, sambil proses lelang,” ungkapnya.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto mengatakan, dari sekitar 237 km perbaikan jalan yang ada di Jalan Lintas Timur Sumatera, saat ini menyisakan sekitar 60 km untuk diperbaiki agar tidak ada jalan berlubang untuk mudik Lebaran 2019. Ia optimis sebelum Lebaran perbaikan jalan tersebut dapat diselesaikan.

Hadir pula dalam Raker yaitu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Korps Lalulintas (Korlantas) Polri Irjen Pol Refdi Andri, Kepala Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya Bagus Puruhito dan Dirut PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani.

Turut mendampingi Menteri Basuki, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja. (*)

Isi Ramadhan, Jasa Marga dan 3 BUMN Lainnya Gelar Berbagai Aksi Sosial di Kuningan dan Cirebon

Isi Ramadhan, Jasa Marga dan 3 BUMN Lainnya Gelar Berbagai Aksi Sosial di Kuningan dan Cirebon

CIREBON, JURNAL IBUKOTA: PT Jasa Marga (Persero) Tbk., bersama PT Bio Farma (Persero), Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta II, dan PT Len Industri (Persero), menggelar Safari Ramadhan melalui berbagai kegiatan sosial di Kabupaten Kuningan, Senin (20/5) dan Kabupaten Cirebon, Selasa (21/5). Berbagai kegiatan sosial di dua kabupaten di Jawa Barat tersebut merupakan bagian Program BUMN Hadir Untuk Negeri (BHUN) yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN.

Pada Senin (20/5), kegiatan sosial yang dilakukan adalah santunan kepada 1.000 anak yatim. Deputy General Manager HR & General Affair Jasa Marga Cabang Palikanci Zakaria bersama perwakilan dari berbagai institusi menyerahkan secara simbolis santunan tersebut di Kompleks Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Kegiatan ini juga dihadiri oleh antara lain Community Development Department Head Jasa Marga Titi Purwatiningsih, jajaran manajemen Bio Farma, Perum Jasa Tirta II, Len Industri, dan sejumlah pejabat dari berbagai instansi terkait.

Santunan kepada 1.000 anak yatim tersebut berupa uang senilai masing-masing Rp250 ribu dan bingkisan senilai Rp100 ribu. Sebagian isi bingkisan tersebut merupakan produk-produk Mitra Binaan Jasa Marga Cabang Palikanci. Selain penyaluran santunan, Jasa Marga dan ketiga BUMN di atas juga menyediakan berbagai hadiah menarik lainnya kepada para anak yatim. Penyaluran santunan kepada 1.000 anak yatim ini sendiri ditutup dengan berbuka puasa bersama.

“Saya berterima kasih atas terselenggaranya acara ini. Mudah-mudahan, tahun depan acara ini diadakan lagi karena saya sebagai warga mengharapkan bantuan (seperti) ini” ujar Tinah, salah seorang orangtua penerima santunan.

Hari ini, Selasa (21/5), Jasa Marga, Bio Farma, Perum Jasa Tirta II, dan Len Industri juga bersinergi dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadhan di Kabupaten Cirebon. Berbagai kegiatan sosial yang dilaksanakan di kabupaten tersebut adalah pasar murah dengan menjual 2.000 paket pangan murah yang hasil penjualannya dikembalikan lagi untuk masyarakat sekitar, elektrifikasi listrik untuk 166 rumah, penyediaan MCK di 50 rumah, air bersih di dua titik, bedah rumah sebanyak 10 unit serta beasiswa untuk 25 pelajar. Seluruh kegiatan tersebut secara simbolis diserahkan dari perwakilan BUMN kepada penerima di Kantor Camat Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Di samping itu, di lokasi lain keempat BUMN tersebut juga bekerja sama menyalurkan bantuan sarana masjid di lima titik serta pemberian 1.000 mushaf Al-Quran.

Seusai penyerahan secara simbolis Safari Ramadhan 2019 di Kantor Camat Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan, BUMN sudah menjadi salah satu pilar perekonomian Indonesia.

BUMN juga sudah merambah berbagai lini usaha yang langsung bersentuhan dengan masyarakat sehari-hari. Maka, Dwimawan Heru meneruskan, tentu sebagai wujud rasa syukur dan sejalan dengan misi BUMN Hadir Untuk Negeri, Jasa Marga bersama ketiga BUMN lainnya hadir di berbagai wilayah, khususnya di Jawa Barat tahun ini.

“Kita berharap yang kita berikan tentu bisa membantu karena yang kita berikan ini adalah pemenuhan kebutuhan dasar. Jadi, ini strategis sekali. Ada MCK, ada air bersih, ada juga rumah-rumah yang belum teraliri listrik. Pasar murah juga di bulan Ramadhan ini atau menjelang hari raya Lebaran (biasanya) kebutuhan keluarga meningkat. Sekali lagi, ini menjadi bukti BUMN Hadir Untuk Negeri. Kita membantu masyarakat, hadir di berbagai pelosok. Semoga ini bisa diapresiasi oleh masyarakat dan kita gunakan juga sebagai bagian sosialisasi keberadaan dan peran BUMN bagi negara,” ungkapnya.

Dalam Safari Ramadhan di Kuningan tersebut, Jasa Marga ditunjuk sebagai koordinator yang didukung oleh Bio Farma, Perum Jasa Tirta II, dan Len Industri sebagai Wakil Koordinator.

Selain kegiatan yang diselenggarakan bersinergi dengan BUMN lainnya, di hari yang sama (21/05) Jasa Marga juga menyelenggarakan program Pangan Murah Ramadhan di Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Sebanyak 3.000 paket pangan murah dengan nilai Rp. 42.000/paket dijual dengan harga Rp. 10.000/paket ini disambut dengan antusias oleh masyarakat sekitar. Sama dengan kegiatan penjualan paket pangan murah di Kabupaten Cirebon, hasil penjualan paket pangan murah ini pun disumbangkan kembali ke desa setempat. (Agus)

Jasa Marga Pastikan GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama Siap Digunakan

Jasa Marga Pastikan GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama Siap Digunakan

CIKAMPEK, JURNAL IBUKOTA: Menjelang dipindahkannya transaksi di Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama Jalan Tol Jakarta – Cikampek pada 23 Mei 2019 pukul 00.00 WIB, Jasa Marga pastikan dua gerbang tol pengganti, GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama, siap melayani pengguna jalan.

Hal ini terungkap dalam kegiatan kunjungan proyek GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama pada Senin (20/05).

“Saat ini proses konstruksi di GT Cikampek Utama sudah memasuki tahap penyelesaian GT Satelit, sementara _Main Gate_ sudah 100% bisa digunakan. Kami pastikan di 23 Mei 2019 pukul 00.00 WIB nanti, GT Cikampek Utama siap beroperasi untuk melayani transaksi pengguna jalan,” ungkap Raddy R. Lukman General Manager Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek optimis.

Serupa dengan Raddy, AJ. Dwi Winarsa General Manager Jasa Marga Cabang Purbaleunyi mengungkapkan, “GT Kalihurip Utama yang masuk dalam wilayah Jalan Tol Purbaleunyi siap beroperasi untuk melayani transaksi pengguna jalan, saat ini peralatan tol sudah terpasang semua,” tegas Dwi.

Progres proyek pembangunan GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama secara keseluruhan, saat ini masing-masing telah mencapai 82,61% untuk GT Cikampek Utama dan 83,25% untuk GT Kalihurip Utama.

Untuk fungsi masing-masing gerbang tol, GT Cikampek Utama berfungsi sebagai GT bagi pengendara yang berasal dari/menuju Timur (Jalan Tol Cikopo-Palimanan), sedangkan GT Kalihurip Utama dapat digunakan bagi pengendara yang berasal dari/menuju Selatan (Jalan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang dan Padalarang-Cileunyi).

Dalam kesempatan yang sama, Raddy memaparkan bahwa pemindahan transaksi dari GT Cikarang Utama ini merupakan bagian dari upaya untuk mengoptimalkan fungsi Jalan Tol Jakarta-Cikampek sebagai jalan tol radial Jabotabek yang menuju ke arah Jakarta agar pergerakan lalulintasnya menjadi lebih lancar.

“Sebelumnya kita sudah mulai menghilangkan Gerbang Tol Barrier (Utama) di beberapa ruas jalan tol milik Jasa Marga, untuk mengurangi titik transaksi yang berpotensi menyebabkan antrean, sebagai implikasi dari integrasi ruas jalan tol, contohnya adalah Gerbang Tol Karang Tengah di ruas Jalan Tol Jakarta-Tangerang, Gerbang Tol Cibubur Utama dan Gerbang Tol Cimanggis Utama di Jalan Tol Jagorawi, GT Tembalang dan GT Manyaran di Jalan Tol Semarang Seksi A, B, C, serta GT Meruya Utama, GT Rorotan di Jalan Tol JORR, juga GT Pondok Ranji Sayap Arah Bintaro di Jalan Tol Jakarta-Serpong. Hasilnya cukup efektif untuk mengurai kepadatan yang ada di satu titik, inilah yang kami harapkan juga terjadi di Jakarta-Cikampek,” jelasnya.

“Jalan Tol Jakarta-Cikampek menjadi jalan tol radial Jabotabek terakhir, yang diubah sistem transaksi menjadi sistem terbuka seluruhnya,” tambahnya.

Sementara itu, Yayat Supriatna selaku Pengamat Perkotaan, pada lokasi yang sama menilai bahwa pemindahan GT Cikarang Utama ke GT Cikampek Utama dan GT Cikarut Utama merupakan cerminan dari kebutuhan akan percepatan transportasi ditengah pertumbuhan perkotaan yang sangat pesat.

“Di beberapa tahun terakhir ini kita bisa saksikan bahwa sudah banyak gerbang tol yang dibongkar, ini menunjukkan bahwa Jasa Marga mampu merespon tren kebutuhan percepatan transportasi perkotaan,” jelasnya.

Hal senada disampaikan oleh Tulus Abadi, Ketua Harian YLKI, yang menyampaikan bahwa pemindahan GT Cikarang Utama dianggap terlambat.

“Pergeseran Gate Cikarut ini agak terlambat, seharusnya sudah dilakukan sebelum konstruksi _elevated toll_ di mulai, karena penbangunan tersebut bisa mengganggu lalulintas. Dengan pemindahan ini harusnya kinerja tol meningkat sehingga konsumen akan diuntungkan,” ungkap Tulus. (Agus)